Linda Agum Gumelar memberikan sambutan pada Temu Penyintas Kanker Payudara se-Indonesia Tahun IV Secara Virtual, Sabtu (24/10/2020)

Jakarta, innews.co.id – Pandemi Covid-19, membuat pertemuan penyintas kanker payudara se-Indonesia tahun ke-IV harus diadakan secara virtual, Sabtu (24/10/2020).

Animo para penyintas dari seluruh Indonesia begitu luar biasa. Dipandu oleh personil Project Pop Tike dan Ujo, serta penampilan Lea Simanjuntak, membuat acara ini begitu semarak.

Pertemuan kali ini mengusung tema, “Tetap Optimis Dalam Adaptasi Kebiasaan Baru di Masa Pandemi Covid-19. Kamu Bisa, Kita Bisa!”, yang diadakan dalam rangka memperingati bulan peduli kanker payudara internasional, yang diperingati di seluruh dunia.

“Melalui tema ini, kami ingin memotivasi para penyintas untuk tetap melakukan pengobatan di masa sulit karena pandemi Covid-19, dengan selalu memperhatikan protokol kesehatan,” kata Pendiri sekaligus Ketua YKPI Linda Agum Gumelar.

Tika dan Udjo bersama Lea Simanjuntak dalam acara Temu Penyintas YKPI, Sabtu (24/10/2020)

Linda berharap, dengan kegiatan secara virtual ini semoga tidak mengurangi semangat para penyintas kanker payudara se-Indonesia yang sudah lama tidak saling menyapa dan kebersamaan untuk menjadi ajang melepas saling rindu.

Linda yang juga survivor kanker payudara menambahkan kepedulian masyarakat dan dukungan kepada para penyintas kanker payudara dapat menekan angka kejadian kanker payudara stadium lanjut.

Penampilan apik Lea Simanjuntak

“Jika kanker payudara ditemukan dalam stadium awal, kemungkinan untuk bisa mencapai harapan hidup yang lebih lama sekitar 98%. Tak sedikit penyintas yang menyesal karena tidak melakukan deteksi dini dan mendapatkan kanker sudah menyerang bagian tubuh,” tambah Linda.

Menurut data yang ada, angka kematian karena kanker payudara di Indonesia cukup tinggi. Ini lantaran umumnya (sekitar 70%), baru datang memeriksakan diri ke dokter sudah dalam stadium lanjut. Saat ini diperkirakan dalam 9 menit ditemukan satu orang terkena kanker payudara. Artinya, dalam 1 jam sekitar 6 orang terdeteksi terkena kanker payudara. Untuk itu pentingnya deteksi dini kanker payudara melalui Sadari dan Sadanis.

Dijelaskan pula, selama pandemi, YKPI tetap melaksanakan berbagai kegiatan secara virtual. Sejak Juni hingga Oktober, telah diadakan 10 kali seri webinar tentang masalah kanker payudara, 6 kali sosialisasi Deteksi Dini Kanker Payudara untuk wilayah Indonesia Timur, Indonesia Tengah, Jawa Tengah dan DIY, sekali sosialisasi Deteksi Dini Kanker Payudara untuk mahasiswa dan pelajar.

Sambutan dari pembina YKPI

Sementara itu, dr. Cut Putri Arianie, MH.Kes., Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan mengatakan, wabah korona berpengaruh pada kegiatan pelayanan esensial lainnya, termasuk dalam pelayanan dan upaya penanggulangan kanker karena prioritas dilakukan pada penanggulangan Covid-19.

“Penting untuk disadari bahwa prevalensi pengorbit dengan totality rate yang cukup tinggi dapat mempengaruhi progresitivitas dari penderita Covid-19, sehingga pelayanan terhadap penyakit yang menjadi pengorbit tetap harus terus diupayakan tanpa mengabaikan pencegahan pada faktor risiko penyakit,” jelas dr. Cut Putri.

Di sisi lain, Dr. Sonar Soni Panigoro, Sp.B-Onk., M.Epid., Pembina YKPI, mengingatkan, meski adanya badai pandemi Covid-19 ini, namun bila pengobatan kanker ditunda, justru lebih memperburuk perkembangan penyakitnya itu sendiri. “Jadi kita harus terus melanjutkan pengobatan kanker dengan mematuhi protokol kesehatan dan selalu berdoa semoga segalanya akan berjalan dengan baik, tetap selalu optimis dan semangat,” tukasnya.

Pada kesempatan ini juga, para penyintas berkomitmen dengan melakukan pernyataan bersama yang isinya senantiasa menjaga kesehatan diri sesuai anjuran dokter, saling mendukung dan menguatkan sesama penyitas untuk melawan kanker payudara, tetap semangat, optimis dan selalu berdoa, senantiasa melakukan kampanye deteksi dini dengan Sadari dan melakukan adaptasi kebiasaan baru dengan melaksanakan protokol kesehatan, memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. (RN)