Jakarta, innews.co.id – Kepiawaiannya dalam dunia hukum, khususnya dalam bidang Corporate & Commercial Law, membawa Dr. Dewi Djalal, SH., MH., masuk jajaran 200 Indonesia’s Most Influential Lawyers 2026, yang dirilis Hukumonline.
Dibalik capaian tersebut, Founder Law Firm Dewi Djalal & Partners (DDP) ini ternyata memiliki visi mulia menjadikan DDP sebagai kawah candradimuka bagi para advokat muda.
“Saya merasa sangat terhormat dan bersyukur atas apresiasi tersebut. Bagi saya, pengakuan ini bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan cermin dari dedikasi kolektif seluruh tim di DDP,” kata Dewi, kepada innews, di Jakarta, Jumat (27/2/2026).

Baginya, menjadi bagian dari 200 Indonesia’s Most Influential Lawyers 2026, memiliki tanggung jawab besar untuk terus menjaga integritas, memberikan solusi hukum yang presisi, serta terus berkontribusi dalam memperkuat kepastian hukum bagi para pelaku usaha di Indonesia.
Dewi dikenal sebagai insan pembelajar. Lulus dari Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), ia meneruskan ke jenjang Magister dan Doktoral dengan konsentrasi hukum bisnis.
“Kombinasi antara nilai akademis yang kuat dan pengalaman praktis selama bertahun-tahun menjadi pondasi saya dalam memimpin firma hukum ini,” tukasnya.
Praktisi hukum yang telah lebih dari 20 tahun mendedikasikan diri dalam dunia hukum ini menguraikan, dirinya memiliki spesialis mendalam pada permasalahan insolvensi dan restrukturisasi, financing, investasi & perbankan, M&A, teknologi dan informasi, penyiaran, telekomunikasi, infrastruktur dan asuransi serta pasar modal.

Dewi menilai, pada bidang-bidang tersebut dinamikanya sangat tinggi. “Di sini hukum tidak hanya bekerja sebagai aturan, tetapi juga instrumen strategis yang memungkinkan sebuah bisnis bertransformasi dan berkembang secara berkelanjutan. Membantu klien menavigasi kompleksitas transaksi atau aksi korporasi memberikan kepuasan profesional tersendiri bagi saya,” ujar wanita cantik yang juga dikenal sebagai akademisi ini.
Transformasi hukum
Ditanya soal perkembangan regulasi, Dewi menjelaskan, perkembangan regulasi di Indonesia saat ini sedang bertransformasi ke arah simplifikasi dan digitalisasi. Hal yang sangat positif.
Namun dalam domain korporasi, sambungnya, kita masih memerlukan penyelarasan lebih lanjut antara regulasi pusat dan daerah untuk meminimalisir tumpang tindih.

“Saya beranggapan regulasi terkait Digital Governance dan Perlindungan Data dalam transaksi komersial perlu terus diperbarui (revisi adaptif) agar selaras dengan standar global, sehingga daya saing pasar modal dan investasi kita tetap kompetitif di kancah internasional,” serunya.
Disinggung soal target kedepannya, dengan nada pasti Dewi berujar, “Membawa Dewi Djalal & Partners menjadi top-tier firm yang tidak hanya unggul secara domestik, tetapi juga diakui di level internasional”.
Tak hanya itu, secara personal dirinya ingin terus menginspirasi dan mendorong generasi advokat muda, khususnya perempuan, untuk berani memimpin dan membawa pembaruan.
“Saya bercita-cita DDP menjadi tempat lahirnya lebih banyak lawyer muda, yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki integritas dan keberanian mengambil posisi dalam isu-isu strategis hukum dan ekonomi. Sehingga, bersama-sama berkontribusi nyata dan berperan aktif dalam memberikan advokasi kebijakan yang mendukung ekosistem bisnis yang bersih dan transparan di Indonesia,” pungkasnya. (RN)













































