Selasa, Mei 12, 2026
INNEWS.CO.ID
Advertisement
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    Tragedi KA, Dekan FIA UNKRIS Ungkap Kelemahan Administrasi Publik

    Tragedi KA, Dekan FIA UNKRIS Ungkap Kelemahan Administrasi Publik

    Dugaan Suap di BC, Kuasa Hukum Terdakwa Bantah Dakwaan JPU KPK

    Dugaan Suap di BC, Kuasa Hukum Terdakwa Bantah Dakwaan JPU KPK

    Hormati PGI-HKBP, GAMKI: Polisikan JK Untuk Redakan Polarisasi

    Hormati PGI-HKBP, GAMKI: Polisikan JK Untuk Redakan Polarisasi

    Koalisi Sipil: Tolak Hadir di Persidangan Militer Hak Andrie Yunus

    Koalisi Sipil: Tolak Hadir di Persidangan Militer Hak Andrie Yunus

    4 WNI Disandera Perompak di Somalia, IMMA Minta Pemerintah Turun Tangan

    4 WNI Disandera Perompak di Somalia, IMMA Minta Pemerintah Turun Tangan

    GEBRAK: KAI Dipersalahkan, Green SM Terkesan Buang Badan

    GEBRAK: KAI Dipersalahkan, Green SM Terkesan Buang Badan

  • Ekonomi & Bisnis
    Dukung Indonesia Emas, SNJ Siapkan Generasi Berkualitas Lewat MT SRAP

    Dukung Indonesia Emas, SNJ Siapkan Generasi Berkualitas Lewat MT SRAP

    Ketum KADIN DKI: Sertifikasi ‘Paspor’ Utama Tembus Pasar Dunia

    Ketum KADIN DKI: Sertifikasi ‘Paspor’ Utama Tembus Pasar Dunia

    Anthon Sihombing: Rumor Munaslub Golkar Tak Perlu Dipercayai

    Jaga Kedaulatan Maritim, Ketum IMO Watch Minta Pemerintah Stop Pakai Kapal Asing

    Lantik Pengurus Forum CSR Jakbar, Aldi Wibowo Pesankan Ini

    Lantik Pengurus Forum CSR Jakbar, Aldi Wibowo Pesankan Ini

    Pengusaha Tenaga Listrik: Ketahanan Energi Dukung Kemandirian Pangan

    Pengusaha Tenaga Listrik: Ketahanan Energi Dukung Kemandirian Pangan

    Tebus Sembako Murah, KADIN DKI tidak hanya bergerak, tapi juga berbuat untuk warga

    Hari Buruh, Ini Harapan Ketum KADIN DKI Jakarta

  • Humaniora
    RAP FC Indonesia Percaya Diri Ikut Mundiavocat 2026 di Spanyol

    Mundiavocat 2026: RAP FC Indonesia ‘Meledak’, Libas Lawan

    ILFC Antara Laga Keras dan Bungkam Tim Turki

    ILFC Antara Laga Keras dan Bungkam Tim Turki

    Latih 600 Instruktur, KORMI DKI Jakarta Dukung Kemajuan Senam Kreasi Silat Betawi

    Latih 600 Instruktur, KORMI DKI Jakarta Dukung Kemajuan Senam Kreasi Silat Betawi

    RAP FC Indonesia Siap Ledakan Dinamit di Grup Maut

    RAP FC Indonesia Siap Ledakan Dinamit di Grup Maut

    ILFC Sowan ke Dubes dan Jumpa Seteru Lama di Fase Group

    ILFC Sowan ke Dubes dan Jumpa Seteru Lama di Fase Group

    Menpar Dukung Kolaborasi KMDT-BPODT Wujudkan Green Lake

    Menpar Dukung Kolaborasi KMDT-BPODT Wujudkan Green Lake

    AKPI FC Siapkan Kejutan di Mundiavocat 2026 Spanyol

    AKPI FC Siapkan Kejutan di Mundiavocat 2026 Spanyol

    Ikut World Football for Lawyers 2026, ILFC Optimis Harumkan Indonesia

    Ikut World Football for Lawyers 2026, ILFC Optimis Harumkan Indonesia

    RAP FC Indonesia Percaya Diri Ikut Mundiavocat 2026 di Spanyol

    RAP FC Indonesia Percaya Diri Ikut Mundiavocat 2026 di Spanyol

  • Eksklusif
    ILFC Goes to World Cup Lawyers Football 2026: Dukungan Mengalir

    ILFC Goes to World Cup Lawyers Football 2026: Dukungan Mengalir

    Lawyers Indonesia Siap Beraksi di World Football Cup for Lawyers Spanyol

    Ini Skuad ‘Dream Team’ ILFC ke World Cup Lawyers Football di Spanyol

    Diana Dewi Tokoh Penggerak Kekuatan Ekonomi & Keuangan

    Diana Dewi Tokoh Penggerak Kekuatan Ekonomi & Keuangan

    KOWANI: Kebaya Warisan Leluhur & Simbol Perjuangan Wanita Indonesia

    KOWANI: Kebaya Warisan Leluhur & Simbol Perjuangan Wanita Indonesia

    Lawyers Indonesia Siap Beraksi di World Football Cup for Lawyers Spanyol

    James Purba, Sosok Penting Dibalik Prestasi Sepakbola Lawyer Indonesia

    Serunya HBH DPN Peradi, Cermin Kesolidan Organisasi Advokat

    Serunya HBH DPN Peradi, Cermin Kesolidan Organisasi Advokat

  • Inspirasi
    Perkuat Regenerasi, Peradi Profesional Tunjuk Dr. Megawati Prabowo Sebagai Waketum

    Dr. Megawati Prabowo, Putri Indonesia Favorit Jadi Waketum Peradi Profesional

    Perkuat Regenerasi, Peradi Profesional Tunjuk Dr. Megawati Prabowo Sebagai Waketum

    Perkuat Regenerasi, Peradi Profesional Tunjuk Dr. Megawati Prabowo Sebagai Waketum

    Tim Garuda Baru Ikut Pildun di Meksiko Bawa Mimpi Anak Indonesia

    Tim Garuda Baru Ikut Pildun di Meksiko Bawa Mimpi Anak Indonesia

    Disupport Arimbi Group, Aa Ghaniy Sukses Juarai Lomba Gokart di Usia Belia

    Disupport Arimbi Group, Aa Ghaniy Sukses Juarai Lomba Gokart di Usia Belia

    Diana Dewi: Kartini Masa Kini Harus Berani & Percaya Diri

    Diana Dewi: Kartini Masa Kini Harus Berani & Percaya Diri

    Dewi Arimbi: Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi Indonesia Maju

    Dewi Arimbi: Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi Indonesia Maju

  • Opini
    Prof Gayus Lumbuun: Mutasi Bukan Solusi, Lakukan Evaluasi untuk Bersih-Bersih

    Quo Vadis Wajah Hukum Indonesia?

    Ketika Laut Dipagari, Siapa yang Diuntungkan?

    Ketika Laut Dipagari, Siapa yang Diuntungkan?

    MENCABIK POLITIK PATERNIALISME

    MENCABIK POLITIK PATERNIALISME

  • Indeks
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    Tragedi KA, Dekan FIA UNKRIS Ungkap Kelemahan Administrasi Publik

    Tragedi KA, Dekan FIA UNKRIS Ungkap Kelemahan Administrasi Publik

    Dugaan Suap di BC, Kuasa Hukum Terdakwa Bantah Dakwaan JPU KPK

    Dugaan Suap di BC, Kuasa Hukum Terdakwa Bantah Dakwaan JPU KPK

    Hormati PGI-HKBP, GAMKI: Polisikan JK Untuk Redakan Polarisasi

    Hormati PGI-HKBP, GAMKI: Polisikan JK Untuk Redakan Polarisasi

    Koalisi Sipil: Tolak Hadir di Persidangan Militer Hak Andrie Yunus

    Koalisi Sipil: Tolak Hadir di Persidangan Militer Hak Andrie Yunus

    4 WNI Disandera Perompak di Somalia, IMMA Minta Pemerintah Turun Tangan

    4 WNI Disandera Perompak di Somalia, IMMA Minta Pemerintah Turun Tangan

    GEBRAK: KAI Dipersalahkan, Green SM Terkesan Buang Badan

    GEBRAK: KAI Dipersalahkan, Green SM Terkesan Buang Badan

  • Ekonomi & Bisnis
    Dukung Indonesia Emas, SNJ Siapkan Generasi Berkualitas Lewat MT SRAP

    Dukung Indonesia Emas, SNJ Siapkan Generasi Berkualitas Lewat MT SRAP

    Ketum KADIN DKI: Sertifikasi ‘Paspor’ Utama Tembus Pasar Dunia

    Ketum KADIN DKI: Sertifikasi ‘Paspor’ Utama Tembus Pasar Dunia

    Anthon Sihombing: Rumor Munaslub Golkar Tak Perlu Dipercayai

    Jaga Kedaulatan Maritim, Ketum IMO Watch Minta Pemerintah Stop Pakai Kapal Asing

    Lantik Pengurus Forum CSR Jakbar, Aldi Wibowo Pesankan Ini

    Lantik Pengurus Forum CSR Jakbar, Aldi Wibowo Pesankan Ini

    Pengusaha Tenaga Listrik: Ketahanan Energi Dukung Kemandirian Pangan

    Pengusaha Tenaga Listrik: Ketahanan Energi Dukung Kemandirian Pangan

    Tebus Sembako Murah, KADIN DKI tidak hanya bergerak, tapi juga berbuat untuk warga

    Hari Buruh, Ini Harapan Ketum KADIN DKI Jakarta

  • Humaniora
    RAP FC Indonesia Percaya Diri Ikut Mundiavocat 2026 di Spanyol

    Mundiavocat 2026: RAP FC Indonesia ‘Meledak’, Libas Lawan

    ILFC Antara Laga Keras dan Bungkam Tim Turki

    ILFC Antara Laga Keras dan Bungkam Tim Turki

    Latih 600 Instruktur, KORMI DKI Jakarta Dukung Kemajuan Senam Kreasi Silat Betawi

    Latih 600 Instruktur, KORMI DKI Jakarta Dukung Kemajuan Senam Kreasi Silat Betawi

    RAP FC Indonesia Siap Ledakan Dinamit di Grup Maut

    RAP FC Indonesia Siap Ledakan Dinamit di Grup Maut

    ILFC Sowan ke Dubes dan Jumpa Seteru Lama di Fase Group

    ILFC Sowan ke Dubes dan Jumpa Seteru Lama di Fase Group

    Menpar Dukung Kolaborasi KMDT-BPODT Wujudkan Green Lake

    Menpar Dukung Kolaborasi KMDT-BPODT Wujudkan Green Lake

    AKPI FC Siapkan Kejutan di Mundiavocat 2026 Spanyol

    AKPI FC Siapkan Kejutan di Mundiavocat 2026 Spanyol

    Ikut World Football for Lawyers 2026, ILFC Optimis Harumkan Indonesia

    Ikut World Football for Lawyers 2026, ILFC Optimis Harumkan Indonesia

    RAP FC Indonesia Percaya Diri Ikut Mundiavocat 2026 di Spanyol

    RAP FC Indonesia Percaya Diri Ikut Mundiavocat 2026 di Spanyol

  • Eksklusif
    ILFC Goes to World Cup Lawyers Football 2026: Dukungan Mengalir

    ILFC Goes to World Cup Lawyers Football 2026: Dukungan Mengalir

    Lawyers Indonesia Siap Beraksi di World Football Cup for Lawyers Spanyol

    Ini Skuad ‘Dream Team’ ILFC ke World Cup Lawyers Football di Spanyol

    Diana Dewi Tokoh Penggerak Kekuatan Ekonomi & Keuangan

    Diana Dewi Tokoh Penggerak Kekuatan Ekonomi & Keuangan

    KOWANI: Kebaya Warisan Leluhur & Simbol Perjuangan Wanita Indonesia

    KOWANI: Kebaya Warisan Leluhur & Simbol Perjuangan Wanita Indonesia

    Lawyers Indonesia Siap Beraksi di World Football Cup for Lawyers Spanyol

    James Purba, Sosok Penting Dibalik Prestasi Sepakbola Lawyer Indonesia

    Serunya HBH DPN Peradi, Cermin Kesolidan Organisasi Advokat

    Serunya HBH DPN Peradi, Cermin Kesolidan Organisasi Advokat

  • Inspirasi
    Perkuat Regenerasi, Peradi Profesional Tunjuk Dr. Megawati Prabowo Sebagai Waketum

    Dr. Megawati Prabowo, Putri Indonesia Favorit Jadi Waketum Peradi Profesional

    Perkuat Regenerasi, Peradi Profesional Tunjuk Dr. Megawati Prabowo Sebagai Waketum

    Perkuat Regenerasi, Peradi Profesional Tunjuk Dr. Megawati Prabowo Sebagai Waketum

    Tim Garuda Baru Ikut Pildun di Meksiko Bawa Mimpi Anak Indonesia

    Tim Garuda Baru Ikut Pildun di Meksiko Bawa Mimpi Anak Indonesia

    Disupport Arimbi Group, Aa Ghaniy Sukses Juarai Lomba Gokart di Usia Belia

    Disupport Arimbi Group, Aa Ghaniy Sukses Juarai Lomba Gokart di Usia Belia

    Diana Dewi: Kartini Masa Kini Harus Berani & Percaya Diri

    Diana Dewi: Kartini Masa Kini Harus Berani & Percaya Diri

    Dewi Arimbi: Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi Indonesia Maju

    Dewi Arimbi: Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi Indonesia Maju

  • Opini
    Prof Gayus Lumbuun: Mutasi Bukan Solusi, Lakukan Evaluasi untuk Bersih-Bersih

    Quo Vadis Wajah Hukum Indonesia?

    Ketika Laut Dipagari, Siapa yang Diuntungkan?

    Ketika Laut Dipagari, Siapa yang Diuntungkan?

    MENCABIK POLITIK PATERNIALISME

    MENCABIK POLITIK PATERNIALISME

  • Indeks
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
INNEWS.CO.ID
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Beranda Opini

MENCABIK POLITIK PATERNIALISME

admin oleh admin
di Opini
Waktu Membaca:5 menit dibaca
0
MENCABIK POLITIK PATERNIALISME

Prof Gayus Lumbuun, mantan Hakim Agung RI

Oleh : Prof. Dr. T. Gayus Lumbuun, SH., MH
Penulis adalah mantan Hakim Agung RI

Pengantar

KAMUS Besar Bahasa Indonesia memberikan tiga arti kata politik. Istilah politik dalam arti yang ke-2 bahwa politik adalah “segala urusan dan tindakan (kebijakan, siasat, dan sebagainya) mengenai pemerintahan negara atau terhadap negara lain.” 

Dalam Mirriam-Webster Dictionary, politics is “activities that relate to influencing the actions and policies of a government or getting and keeping power in a government” (politik adalah kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan mempengaruhi tindakan dan kebijakan satu pemerintah atau untuk memperoleh dan mempertahankan kekuasaan dalam satu pemerintahan).

Istilah politik yang kita warisi sekarang adalah jabaran kata dari bahasa Yunani/Latin: polis. Politik memang berurusan dengan kekuasaan (power/macht). Pada dirinya kekuasaan tidak perlu ditakuti atau dijauhi, asal saja dipakai dengan benar bagi kesejahteraan bersama.

Sayangnya tidak selalu begitu. Kekuasaan cenderung disalahgunakan. Guna memperoleh kekuasaan sering ditempuh dengan cara-cara yang tidak etis. Kekuasaan menjadi tujuan di dalam dirinya.

Hal menarik yang pernah diingatkan oleh Jefry Winters (Northwestern University Amerika Serikat) bahwa era reformasi berhasil membawa Indonesia menjadi negara yang demokratis. Namun sayangnya tidak diikuti dengan penguatan pada sektor hukum.

Oleh karena itu, dari perspektif pembangunan nasional, sangat disayangkan karena kemajuan di bidang demokrasi tidak diimbangi dengan sistem penegakan hukum yang kuat. Indonesia, menurut Jefry Winters, sesungguhnya dipimpin oleh sistem oligarkhi yang didalamnya penuh dengan orang-orang jahat (atau maling). Praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme yang melanda dunia peradilan membuktikan kebenaran pendapat Jefry Winters tersebut.

Praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme di bidang penegakan hukum menjadi tantangan utama program Nawacita Presiden Joko Widodo sebagai prioritas jalan perubahan menuju Indonesia yang berdaulat secara politik, serta mandiri dalam bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan.  

Salah satu dari Nawacita adalah menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan terpercaya.

Penyelenggaraan demokrasi pascareformasi secara formal prosedural dapat digolongkan lancar, damai, bahkan kian “mapan”, tetapi proses dan capaian perubahan tidak sesuai yang diharapkan. Corak reformasi politik justru makin kabur dikacaukan oleh banyaknya kasus korupsi, kegaduhan manuver politik dangkal, serta sejumlah keculasan menandai sengketa kuasa yang menyertai hingar bingar demokrasi. Di situlah muncul gejala, mungkin bisa disebut sinyalemen, bahwa demokrasi Indonesia terasa goyah. Jika demokrasi itu diibaratkan rumah atau bangunan, maka pilar penyangganya yaitu parpol, kebebasan sipil, serta penegakan hukum.

Budaya paternalisme merupakan sistem ketokohan dengan memposisikan atasan sebagai pihak yang harus dihormati oleh bawahannya. Sementara di lain sisi, bawahan hanya dipandang sebagai alat untuk menjalankan perintah atasannya.

Pentingnya Supra Struktur dan Infra Struktur Politik

Saya berpandangan, paternialisme politik dapat diminimalisir dengan penguatan peran dari supra struktur dan infra struktur politik.

S.L. Litman dan J. Suest (dalam Visual Outline of Comparative Government) mengemukakan bahwa struktur ketatanegaraan terdiri dari supra struktur politik dan infra struktur politik. Supra struktur adalah segala sesuatu yang bersangkutan dengan apa yang disebut alat-alat perlengkapan negara, termasuk segala hal yang berhubungan dengannya (kedudukan, kekuasaan, wewenang, tugas, pembentukan, serta hubungan alat-alat itu satu sama lain) seperti lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Sedangkan infra struktur politik terdiri dari 5 komponen, yaitu: partai politik, golongan kepentingan, alat komunikasi politik, golongan penekan, dan tokoh politik.

Prasyarat terbentuknya suatu negara demokrasi yang terbentuk dari supra struktur politik dan infra struktur politik. Oleh karena itu, sistem politik Indonesia dibangun oleh dua komponen tersebut, yaitu supra struktur politik dan infra struktur politik. Supra struktur politik merupakan pusat kekuasaan formal negara, sementara infra struktur politik merupakan pusat kekuasaan politik rakyat. Sebagai pusat kekuasaan negara, dua komponen tersebut saling berkaitan satu sama lain.

Supra struktur politik bisa juga diartikan sebagai lembaga-lembaga pembuat keputusan politik yang sah. Lembaga-lembaga tersebut memiliki tugas mengkonversi input yang terdiri dari tuntutan dan dukungan yang menghasilkan suatu output berupa kebijakan publik. Selain itu, supra struktur politik sebagai pusat kekuasaan formal negara juga memiliki wewenang untuk mengatur kehidupan politik rakyat. Supra struktur politik merupakan komponen yang sangat dibutuhkan dalam proses bernegara agar proses pelaksanaannya bisa berjalan dengan baik. Sebab supra struktur politik dapat membentuk regulasi berupa kebijakan publik untuk mengatur negara.

Saat Indonesia memasuki era reformasi, saluran kebebasan berpolitik dibuka seluas-luasnya. Orang berlomba-lomba mendirikan partai-partai politik. Sebagian lainnya melibatkan diri di dalam partai-partai yang bersifat kebangsaan karena merasa aspirasi politiknya ditampung di dalam partai-partai tersebut.

Pentingnya Kepemimpinan yang Berintegritas dan Beretika

Dalam sejarah dan filosofi kepemimpinan terdapat beberapa model atau ungkapan yang positif. Misalnya, menurut John F. Kennedy, kepemimpinan itu dilandasi pada orientasi pengorbanan untuk negara dan bangsa sehingga setiap warga negara diajukan pertanyaan, jangan tanyakan apa yang negara berikan kepada saudara, tetapi pertanyaannya adalah apa yang sudah saudara berikan kepada negara?

Hal lain adalah kepemimpinan dilaksanakan oleh orang yang telah selesai dengan dirinya. Artinya, tidak lagi memikirkan diri, keluarga dan kelompoknya, melainkan kepentingan rakyat banyak.

Linier dengan rumusan Ki Hajar Dewantara tentang filosofi kepemimpinan. Dia menyebut, Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mbangun Karso, Tut Wuri Handayani.

In Ngarso Sung Tulodo mengandung arti, di depan menjadi atau memberikan teladan; Ing Madyo Mbangun Karso (memberi spirit dan motivasi), dan Tut Wuri Handayani (dari belakang mendorong/ memberikan dorongan).

Namun dalam praktiknya, pemikiran-pemikiran baik tentang kepemimpinan hilang dan tidak bermakna. Salah satunya karena praktek klientisme. Klientisme dimaknai sebagai relasi kuasa antara aktor politik yang memberikan sesuatu (patron) non programatik dengan pihak yang menerima (klien) yang didasari oleh pemberian loyalitas oleh penerima (paternalistic).

Klientisme merupakan bentuk perilaku koruptif sehingga perilakunya tidak dapat dijadikan contoh, apalagi memberikan motivasi dan dorongan. Praktik kepemimpinan yang menghalalkan secara cara (Machiavelist) dengan menggunakan hukum dan kekuasaan untuk kepentingan klien, keluarga, famili, dan kelompoknya.

Sesungguhnya kita telah memiliki Tap MPR Nomor 6 Tahun 2001 tentang Etika Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, khususnya di bidang politik dan kehidupan berdemokrasi.
Artinya, saat ini harus ada kesadaran bahwa kita sedang mengalami krisis kepemimpinan nasional.

Maraknya kasus pelanggaran etik yang dilakukan pimpinan lembaga negara memberikan kesan lemahnya penegakkan etika atau praktik penyelenggaraan pemerintah yang beretika. Bangsa Indonesia sesungguhnya sangat menjunjung tinggi etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal itu yang mendorong dikeluarkannya Tap MPR No 6 Tahun 2001.

Sejak terjadinya krisis multidimensional, muncul ancaman yang serius terhadap persatuan bangsa dan terjadinya kemunduran dalam pelaksanaan etika kehidupan berbangsa. Hal itu tampak dari konflik sosial yang berkepanjangan, berkurangnya sopan santun dan budi luhur dalam pergaulan sosial, melemahnya kejujuran dan sikap amanah dalam kehidupan berbangsa, pengabaian terhadap ketentuan hukum dan peraturan, dan sebagainya yang disebabkan oleh berbagai faktor yang berasal baik dari dalam maupun luar negeri.

Bentuk-Bentuk Etika Kehidupan Berbangsa dan Pelanggarannya

1. Etika Sosial dan Budaya

Etika Sosial dan Budaya bertolak dari rasa kemanusiaan yang mendalam dengan menampilkan kembali sikap jujur, saling peduli, saling memahami, saling menghargai, saling mencintai, dan saling menolong di antara sesama manusia dan warga bangsa. Sejalan dengan itu, perlu menumbuhkembangkan kembali budaya malu, yakni malu berbuat kesalahan dan semua yang bertentangan dengan moral agama dan nilai-nilai luhur budaya bangsa. Untuk itu, juga perlu ditumbuhkembangkan kembali budaya keteladanan yang harus diwujudkan dalam perilaku.

2. Etika Penegakan Hukum yang Berkeadilan

Etika Penegakan Hukum yang Berkeadilan dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadaran bahwa tertib sosial, ketenangan dan keteraturan hidup bersama hanya dapat diwujudkan dengan ketaatan terhadap hukum dan seluruh peraturan yang berpihak kepada keadilan. Keseluruhan aturan hukum yang menjamin tegaknya supremasi dan kepastian hukum sejalan dengan upaya pemenuhan rasa keadilan yang hidup dan berkembang di dalam masyarakat.

3. Etika Ekonomi dan Bisnis

Persoalan pada praktik ekonomi dan bisnis menggambarkan praktik pengeksploitasian sumber daya alam dan mengejar keuntungan untuk diri sendiri.

4. Etika Politik dan Pemerintahan

Etika Politik dan Pemerintahan berkaitan untuk saling menjatuhkan dalam pemerintah, nepotisme, dan korupsi.

5. Etika Keilmuan

Terkait dengan masalah kejujuran dalam aktivitas ilmiah.

6. Etika Lingkungan

Etika dalam menjaga dan melestarikan lingkungan. ®

Post Views: 1,235
Tag: dan NepotismeKolusiKorupsiNawacitaPolitik PaternialismeProf Gayus Lumbuun
BagikanTweetPinBagikanKirimBagikan
Berita Sebelumnya

Hindari Politik Paternalistik, Prof Gayus Usulkan Pembentukan Mahkamah Etik

Berita Berikutnya

Prof Gayus Lumbuun: Perlu Lembaga Khusus Awasi Pelanggaran Etika Penyelenggara Negara

Berita Terkait

Prof Gayus Lumbuun: Mutasi Bukan Solusi, Lakukan Evaluasi untuk Bersih-Bersih
Opini

Quo Vadis Wajah Hukum Indonesia?

23 Oktober 2025
Ketika Laut Dipagari, Siapa yang Diuntungkan?
Opini

Ketika Laut Dipagari, Siapa yang Diuntungkan?

5 Februari 2025
Berita Berikutnya
Prof Gayus Lumbuun: Perlu Lembaga Khusus Awasi Pelanggaran Etika Penyelenggara Negara

Prof Gayus Lumbuun: Perlu Lembaga Khusus Awasi Pelanggaran Etika Penyelenggara Negara

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Minta TNI Tidak Jadikan Sekolah Sebagai Markas, Yance Mote: Pimpinan Daerah Carikan Pos Militer

Minta TNI Tidak Jadikan Sekolah Sebagai Markas, Yance Mote: Pimpinan Daerah Carikan Pos Militer

3 Juni 2025
Ali Nurdin Bantah Tudingan Nadiem Serahkan Uang ke Jokowi di Medsos

Ali Nurdin Bantah Tudingan Nadiem Serahkan Uang ke Jokowi di Medsos

18 Juli 2025
Dr. Sutrisno: Ada Sesuatu Dibalik Gugatan Rangkap Jabatan Ketum Peradi

Dr. Sutrisno: Ada Sesuatu Dibalik Gugatan Rangkap Jabatan Ketum Peradi

26 Juni 2025
UU Advokat Masuk Prolegnas Prioritas, Advokat Senior Beri Masukan Kritis

UU Advokat Masuk Prolegnas Prioritas, Advokat Senior Beri Masukan Kritis

23 September 2025

Top News

Minta TNI Tidak Jadikan Sekolah Sebagai Markas, Yance Mote: Pimpinan Daerah Carikan Pos Militer

Minta TNI Tidak Jadikan Sekolah Sebagai Markas, Yance Mote: Pimpinan Daerah Carikan Pos Militer

3 Juni 2025
Ali Nurdin Bantah Tudingan Nadiem Serahkan Uang ke Jokowi di Medsos

Ali Nurdin Bantah Tudingan Nadiem Serahkan Uang ke Jokowi di Medsos

18 Juli 2025
Dr. Sutrisno: Ada Sesuatu Dibalik Gugatan Rangkap Jabatan Ketum Peradi

Dr. Sutrisno: Ada Sesuatu Dibalik Gugatan Rangkap Jabatan Ketum Peradi

26 Juni 2025
UU Advokat Masuk Prolegnas Prioritas, Advokat Senior Beri Masukan Kritis

UU Advokat Masuk Prolegnas Prioritas, Advokat Senior Beri Masukan Kritis

23 September 2025

Terkini

RAP FC Indonesia Percaya Diri Ikut Mundiavocat 2026 di Spanyol

Mundiavocat 2026: RAP FC Indonesia ‘Meledak’, Libas Lawan

12 Mei 2026
ILFC Antara Laga Keras dan Bungkam Tim Turki

ILFC Antara Laga Keras dan Bungkam Tim Turki

12 Mei 2026
Tragedi KA, Dekan FIA UNKRIS Ungkap Kelemahan Administrasi Publik

Tragedi KA, Dekan FIA UNKRIS Ungkap Kelemahan Administrasi Publik

11 Mei 2026
Latih 600 Instruktur, KORMI DKI Jakarta Dukung Kemajuan Senam Kreasi Silat Betawi

Latih 600 Instruktur, KORMI DKI Jakarta Dukung Kemajuan Senam Kreasi Silat Betawi

11 Mei 2026
Perkuat Regenerasi, Peradi Profesional Tunjuk Dr. Megawati Prabowo Sebagai Waketum

Dr. Megawati Prabowo, Putri Indonesia Favorit Jadi Waketum Peradi Profesional

10 Mei 2026
INNEWS.CO.ID

Innews.co.id adalah portal berita terpercaya yang menyajikan informasi akurat dan terkini, mencakup berbagai topik seperti politik, hukum, dan ekonomi, dengan fokus pada kualitas dan kecepatan.

Ikuti Media Sosial Kami

Kategori Berita

  • Ekonomi & Bisnis
  • Eksklusif
  • Humaniora
  • Inspirasi
  • Opini
  • Politik & Hukum

Berita Terbaru

RAP FC Indonesia Percaya Diri Ikut Mundiavocat 2026 di Spanyol

Mundiavocat 2026: RAP FC Indonesia ‘Meledak’, Libas Lawan

12 Mei 2026
ILFC Antara Laga Keras dan Bungkam Tim Turki

ILFC Antara Laga Keras dan Bungkam Tim Turki

12 Mei 2026
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 | INNEWS.CO.ID

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Politik & Hukum
  • Ekonomi & Bisnis
  • Humaniora
  • Eksklusif
  • Inspirasi
  • Opini
  • Indeks

Copyright © 2025 | INNEWS.CO.ID