Jakarta, innews.co.id – Kepak sayap Burung Garuda tidak saja sanggup membuatnya terbang lebih tinggi, tapi juga mampu menghancurkan lawan-lawannya.
Hal tersebut dirasakan dalam turnamen sepakbola Piala Dunia Street Child World Cup (SCWC) 2026 di Meksiko, 5-16 Mei 2026, di mana Indonesia yang diwakili oleh Tim Garuda Baru berhasil menjadi Juara Dunia.
Di laga final yang berlangsung ketat dan dramatis tersebut, Garuda Baru mengalahkan Tim Tango Angertina melalui adu penalti, setelah skor imbang 1-1 di waktu normal.
Sejak awal, kedua tim saling bertukar serangan. Indonesia mencetak gol lebih dulu, di menit ke-6 melalui sepakan Reihan. Serangan bergelombang Argentina berhasil dipatahkan oleh Garuda Baru dengan sistem zona marking yang ketat.

Sebelum pluit akhir ditiup, akhirnya Argentinya melesatkan gol dan memaksa pertandingan dilanjutkan ke adu penalti.
Tiga algojo Indonesia, Reihan, Topan, dan Deno, sukses merobek gawang Argentina. Penjaga gawang Garuda Baru Samuel tampil sebagai pahlawan setelah berhasil menggagalkan penalti terakhir Argentina. Indonesia pun menjadi Juara Dunia.
Teriakan lantang dari anak-anak Indonesia pun menggema di seantero stadion. Mereka meluapkan kegembiraan karena untuk pertama kalinya Indonesia menjadi juara sepakbola piala dunia. Manager dan para official pun berhamburan ke lapangan ikut merayakan kemenangan spektakuler tersebut.
Harumkan Indonesia
Rasa haru dan bangga diutarakan Founder Garuda Baru Mahir Bayasut yang ikut mendampingi tim selama berlaga di Meksiko.
“Seperti mimpi, Indonesia bisa jadi juara dunia dan mengalahkan tim-tim besar dari negara gudangnya pemain sepakbola terkenal,” ungkap Mahir, di Jakarta, Sabtu (16/5/2026).

Dirinya menyaksikan sendiri bagaimana kegigihan anak-anak dan keinginan kuatnya untuk mengharumkan nama Indonesia.
“Anak-anak membuktikan bahwa keterbatasan bukan akhir dari masa depan. Mereka datang membawa cerita hidup yang tidak mudah, tetapi pulang membawa kebanggaan untuk Indonesia. Ini bukan hanya kemenangan sepak bola, ini kemenangan harapan,” seru Mahir.
Mimpi setinggi langit
Ia menegaskan bahwa olahraga masyarakat memiliki kekuatan besar dalam membangun karakter, disiplin, mental, hingga rasa percaya diri anak-anak.
“Kadang dunia hanya melihat mereka sebagai anak jalanan. Hari ini, dunia melihat mereka sebagai juara dunia,” tukasnya bangga.

Dikatakannya, keberhasilan Garuda Baru juga menjadi simbol bahwa olahraga bukan hanya soal kompetisi, tetapi tentang membuka ruang bagi anak-anak untuk tumbuh, dihargai, dan memiliki masa depan yang lebih baik.
Semangat “I am Somebody” yang menjadi ruh kompetisi ini terasa nyata di setiap perjuangan para pemain Indonesia sepanjang turnamen.
“Kemenangan ini sekaligus menjadi pesan kuat bahwa Indonesia memiliki generasi muda tangguh yang mampu bersaing di level dunia ketika diberi kesempatan, pendampingan, dan dukungan yang tepat,” imbuhnya.

Mahir menegaskan, “Dari lorong sempit, rumah susun, hingga lapangan dunia. Hari ini, Garuda Baru mengajarkan kepada kita semua bahwa mimpi tidak pernah mengenal alamat.
Secara khusus, dia berterima kasih untuk dukungan doa, pelukan, dan semangat dari para orangtua, teman, kerabat, dan masyarakat Indonesia.
“Kami sadar, kami bukan tim yang sempurna. Kami hanya anak-anak yang mencoba memberikan yang terbaik untuk bangsa ini. Dukungan doa itulah yang membuat kami kuat, berani, dan terus bertarung tanpa kenal lelah. Dari jalanan kami bermimpi. Dan kini, mimpi itu terbang tinggi membawa nama Indonesia ke panggung dunia,” pungkasnya. (RN)











































