Jakarta, innews.co.id – Menciptakan kedaulatan pangan tidak cukup hanya kebijakan di atas kertas, melainkan harus membangun ekosistem dari bawah keatas (bottom-up) secara bersama-sama.
Hal tersebut dikatakan pengusaha nasional Diana Dewi, dalam Focus Group Discussion bersama Prasasti Center for Policy Studies, di Jakarta, Kamis (7/5/2026).
“Indonesia punya potensi besar, dari peternakan, perunggasan, perikanan, hingga industri olahan pangan. Tapi potensi itu belum cukup kalau infrastrukturnya masih terbatas, rantai distribusinya masih terfragmentasi, dan kebijakan yang mendukung industri ini belum cukup terintegrasi,” ujar Diana Dewi yang juga Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DKI Jakarta.

Baginya, kedaulatan pangan tidak akan terwujud hanya dari kebijakan di atas kertas. Tapi harus dibangun dari ekosistem yang kuat, dari bawah secara bersama-sama.
“Memperkuat ekosistem protein di Indonesia membutuhkan langkah kolaboratif dan sinergi yang berkelanjutan,” jelas Founder Toko Daging Nusantara ini.
Dirinya mengapresiasi FGD yang menghadirkan para pemangku kepentingan dari pemerintah, legislatif, industri, dan para pakar tersebut.
“Suara pelaku usaha di lapangan harus benar-benar masuk dalam arah kebijakan yang diambil. Penting duduk bersama guna menghasilkan kebijakan yang komprehensif,” imbuhnya.
Diana Dewi berharap, kebijakan yang dibuat bisa selaras dengan kebutuhan dan upaya penguatan ekosistem protein di Indonesia yang melibatkan berbagai pihak.
Sebab, protein bukan sekadar soal pangan, tetapi juga soal kedaulatan menuju kemandirian protein di Indonesia. (RN)













































