Jakarta, innews.co.id – Rasa haru menyelimuti para majelis dan jemaat POUK Hosana Cililitan, pada ibadah yang diadakan Minggu, 5 Juli 2026. Betapa tidak, hari itu secara resmi Pdt Dr. Sapta Baralaska Utama Siagian, yang telah melayani di gereja tersebut selama 8 tahun, harus mengakhiri tugasnya sebagai Pendeta Tenaga Utusan Gereja.
Sebuah jejak panjang telah dilalui selama menggembalakan jemaat di sana. Berbagai kenangan terukir dalam bingkai pengabdian untuk membawa jemaat lebih memahami arti Kristus dalam hidup mereka.
“Saya bersyukur diberi kesempatan melayani jemaat POUK Hosana Cililitan. Berakhirnya masa penugasan merupakan bagian dari ketaatan terhadap tata aturan gereja,” kata Pdt Sapta tanpa bisa menutupi keharuan hatinya.
Dia berujar, “Saya harus taat pada aturan yang ada. Doa saya, Tuhan akan mengutus pendeta yang terbaik untuk melayani di POUK Hosana Cililitan,” ujarnya.
Delapan tahun melayani tentu dipenuhi dengan berbagai cerita. Bahkan, kedekatan yang terbangun melampaui hubungan formal antara pendeta dan jemaat.
“Terima kasih sebesar-besarnya kepada Pdt. Sapta. Selama 8 tahun kita melewati suka dan duka bersama. Walaupun masa tugas telah berakhir secara administratif, kami berharap beliau tetap membimbing dan mendampingi pelayanan di POUK Hosana Cililitan,” harap Sekretaris Majelis POUK Hosana Cililitan, Pnt. Taripar Panjaitan.
Ketua II BP POUK DKI Jakarta, Prof. Dr. Lijan Sinambela melukiskan dedikasi Pdt Sapta tidak hanya dirasakan oleh jemaat POUK Hosana Cililitan, tetapi juga bagi pelayanan POUK se-DKI Jakarta.
Baginya, POUK Hosana Cililitan secara konsisten menunjukkan kontribusi nyata dalam berbagai kegiatan pelayanan di lingkungan POUK DKI Jakarta.
Mewakili Sinode GKPII, Pdt. Brigjen Dr. Yermia Hendarwoto, menyampaikan penghargaan kepada Pdt. Sapta sebagai utusan sinode yang telah menjalankan pelayanan dengan penuh tanggung jawab.
“Terima kasih kepada Pdt. Sapta yang telah melayani dengan sungguh-sungguh dan menjaga integritas pelayanan. Semoga hubungan baik ini terus terpelihara,” imbuhnya.
Perwakilan Kodam Jaya, Pdt. Letda Inf. Nababan mengatakan, Pdt. Sapta tidak hanya dekat dengan jemaat, tetapi juga berkontribusi dalam pembinaan kerohanian prajurit Kodam Jaya.
Mewakili jemaat, Mayor Welman Silitonga, mengatakan, “Terima kasih, Pak Pendeta. Pelepasan ini hanya bersifat administratif, tetapi bagi kami, Pdt. Sapta akan tetap menjadi bagian dari keluarga besar POUK Hosana Cililitan”.
Keberadaan Pdt Sapta tak bisa dilepaskan dari POUK Hosana selama ini. Tidak sedikit jemaat yang menitikkan air mata perpisahan. Delapan tahun pelayanan telah meninggalkan jejak yang hidup dalam kebersamaan, pengabdian, dan relasi yang terbangun antara gembala dan jemaat. Masa pelayanan memang berakhir, tetapi nilai-nilai yang ditanamkan selama perjalanan itu akan tetap menjadi bagian dari kehidupan bergereja di POUK Hosana Cililitan. (RN)










































