Jakarta, innews.co.id – Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mendukung penuh kolaborasi Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) dengan Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT), dalam mendorong terwujudnya konsep Green Lake bagi danau-danau di Indonesia.
Data LIPI menyebutkan, Indonesia memiliki 1.575 danau, terdiri dari 840 danau besar dan 735 danau kecil (situ/telaga).
“KMDT sangat mengapresiasi kesediaan ibu Menteri Pariwisata kita yang begitu terbuka dalam mendorong realisasi Green Lake di seluruh danau di Indonesia. Kebetulan sudah dua kali dalam waktu setahun ini. Demikian juga BPODT yang dengan setia bekerja sama dengan KMDT,” kata Ketua Umum DPP KMDT St. Edison Manurung, usai beraudiens dengan Menpar, di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Jumat (8/5/2026).
Dijelaskan, kepada Menpar KMDT telah menyampaikan konsep Green Lake yang akan diterapkan di Danau Toba sebagai pilot project dan untuk selanjutnya dijalankan di danau-danau di Indonesia.
Sebagai langkah awal, akan diadakan Focus Group Discussion (FGD) di Kantor Menpar, awal Juli 2026 ini dengan menghadirkan para Pimpinan Daerah se-Indonesia yang memiliki danau di wilayahnya.

“Danau Toba akan menjadi laboratorium implementasi Green Lake. Jadi, tagline-nya Green Democracy Menuju Green Like Indonesia, di mana tujuannya menciptakan Danau Sehat, Ekonomi Kuat, Masyarakat Sejahtera, dan Pembangunan Berkelanjutan,” terang mantan Ketua DPP KNPI yang pernah berbicara di Markas PBB, New York ini.
Nantinya, sambung Edison yang dikenal sebagai penggiat ekonomi kreatif dan sosial kemasyarakatan ini, hasil FGD akan diserahkan sebagai buah pemikiran kepada Presiden RI Prabowo Subianto untuk menjadi bahan pertimbangan dalam mendorong terciptanya danau yang bersih dan lingkungan yang sehat, sehingga bisa mendukung iklim pariwisata.
Ditambahkannya, KMDT terus menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak. “Indonesia memiliki danau-danau yang indah. Itu harus kita jaga dan rawat sebaik-baiknya melalui gerakan nyata. Dalam hal ini, KMDT coba melakukannya di Danau Toba,” tukasnya.
Dikatakannya, Menpar sangat apresiasi dengan program Green Lake dan berharap hal tersebut bisa segera direalisasikan. “Pemerintah sangat mendukung program KMDT yang bertujuan mulia tersebut,” tambahnya.
Pada bagian lain Dr. Jupiter Pane Dewan Pakar KMDT menambahkan, konsep Green Lake merupakan hasil kajian Dewan Pakar KMDT, di mana ada 5 aspek yang dikedepankan.
Yakni, memeriksa fungsi ekologi, aspek perekonomian, memiliki fungsi sosial (local wisdom), tata kelola yang baik, dan pemanfaatan teknologi dan data yang akurat (real-time).
Sementara itu, Arditama Nusantara Putra Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama BPODT menegaskan, BPODT sangat mendukung program-program KMDT. “Dengan kita bahu membahu bersama, maka pengembangan Danau Toba bisa lebih cepat terealisasi,” imbuhnya.
Terkait konsep Green Lake, Arditama mengatakan, Danau Toba yang masuk pada destinasi wisata prioritas nasional dan bagian dari Unesco Global Geopark, dengan konsep Green Lake, bisa menjadi proyek percontohan untuk selanjutnya diterapkan di seluruh Indonesia.
Soal rencana FGD, BPODT akan terus mengintensifkan karena pada 27 Agustus akan diadakan pertemuan World Lake, sehingga hasil-hasil FGD bisa disampaikan pada acara tersebut.
Ketum KMDT menegaskan, konsep Green Lake linier dengan program prioritas Presiden Prabowo yakni, pelestarian lingkungan. Presiden Prabowo Subianto mencanangkan Gerakan “Indonesia Asri” sebagai langkah nasional yang berfokus pada kebersihan lingkungan secara masif.
Ikut bersama rombongan KMDT saat menemui Menpar antara lain, Richard Nainggolan, Dr. Pieter Pane, Iskandar Zulkarnain, Kaharsyah, Raja Malem Tarigan, dan lainnya. (RN)









































