Jakarta, innews.co.id – Perjuangan yang dilakukan Raden Ajeng Kartini seabad silam, telah menampakkan hasil. Saat ini, banyak perempuan Indonesia telah menduduki posisi strategis, baik di pemerintahan, lembaga maupun swasta.
Lalu, apa yang perlu dilakukan perempuan Indonesia masa kini?
Hal tersebut menjadi bahan diskusi menarik yang digagas oleh Puspa Putri Nusantara (Puspita), dalam memperingati Hari Kartini, di Autograph Tower, Thamrin Nine, Jakarta, Sabtu (25/4/2026).

“Perlu penguatan kaum perempuan di masa kini, di mana para wanita bisa saling membantu dalam melakukan pemberdayaan,” kata Rukmini Triastuti, Ketua Umum Puspita, dalam keterangan persnya, Minggu (26/4/2026).
Baginya, semangat Kartini harus selalu menjiwai perempuan-perempuan Indonesia. “Dulu, Kartini sudah melakukan korepondensi lintas negara. Itu artinya, kaum perempuan harus memiliki jejaring kuat, baik dalam maupun luar negeri,” serunya.
Melalui Puspita ini, lanjutnya, kita ingin memperkuat relasi dan jejaring untuk dapat saling memberdayakan, memperhatikan, dan mendukung satu sama lain. Sebab, hanya dengan demikian perempuan Indonesia akan maju.
Rukmini menilai, perempuan masa kini memiliki tanggung jawab yang tidak ringan, terlebih dalam mendukung tercapainya Indonesia Emas 2045.

“Kita tidak hanya mempersiapkan generasi emas, tapi juga harus ikut membantu pemerintah, baik dalam bidang ekonomi, hukum, politik, dan sosial. Karenanya, dibutuhkan wanita-wanita yang cerdas, tangguh, kreatif, dan unggul,” imbuhnya.
Melalui Puspita ini, ujarnya, diharapkan pemberdayaan perempuan akan semakin massif.
“Kita bersyukur memiliki Ibu Negara yakni Selvi Ananda istri Wapres Gibran Rakabuming Raka, yang begitu aware terhadap kaum perempuan. Beliau sangat concern memperjuangkan bagaimana kaum perempuan bisa maju dan berkembang, buka hanua di lingkup domestik (keluarga), tapi juga di ranah publik,” jelas Rukmini.
Pada acara tersebut, selain saling bersilahturahmi, juga saling sharing pengalaman positif terkait aktifitas kaum perempuan, dan ditampilkan fashion show kebaya sebagai bagian dari perempuan Indonesia.

“Alhamdulillah, peringatan Hari Kartini bisa berjalan lancar dan dihadiri anggoya dan simpatisan dari berbagai wilayah,” kata Atik Mutiara, Ketua Panitia Hari Kartini 2026.
Sementara itu, Anin Amasia aktifis Puspita menegaskan, kedepan, Puspita juga akan mengadakan kegiatan-kegiatan sosial dan pemberdayaan perempuan.
Seperti diketahui Puspita dibentuk pada 15 Oktober 2025 oleh para penggiat dan pemerhati kaum perempuan, pakar budaya dan Sahabat GK Center. Tujuannya, untuk lebih mempererat kekompakan dan menjaga nilai dan harkat wanita dalam keluarga dan masyarakat, serta memperluas informasi positif menjadi lebih luas lagi. (RN)








































