Jakarta, innews.co.id – Peringatan Idul Adha atau juga dikenal dengan Hari Raya Kurban selalu menjadi tradisi yang ditunggu-tunggu banyak orang.
Karena di waktu itulah terjadi ‘pertemuan’ antara sesama ciptaan Allah, baik yang diberi kelimpahan rezeki maupun yang kurang beruntung.
Mereka yang berkecukupan diberi kesempatan untuk berbagi kepada yang masih kurang.
Bahkan, Hari Raya Idul Adha merupakan wujud ketaatan tertinggi dan bentuk syukur seorang hamba kepada Allah SWT. Ibadah pada perayaan hari besat tersebut juga mengajarkan pentingnya keikhlasan dalam melepaskan harta yang dicintai, serta meningkatkan kepedulian sosial dengan berbagi rezeki kepada sesama.
“Idul Adha mengajarkan kita bahwa keikhlasan adalah kekuatan, pengorbanan adalah bentuk cinta, dan kepedulian adalah jalan menuju keberkahan,” kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Kota Bandung, Dr (c) Mohamad Ali Nurdin, SH., MKn., dalam keterangan persnya, Selasa (26/5/2026).
Menurutnya, ketika diberi rezeki, harus disadari bahwa ada hak orang lain yang dititipkan kepada kita. Dan, itu harus kita kembalikan melalui pemberian hewan kurban.
“Melalui perayaan Idul Kurban, kita diingatkan untuk selalu mengingat orang-orang yang kurang beruntung,” seru Ali Nurdin.
Dirinya berharap semangat berkurban menumbuhkan rasa syukur, mempererat persaudaraan, serta menghadirkan keberkahan dan kedamaian bagi kita semua.
DPC Peradi Bandung pada Idul Adha 1447 Hijriah menyembelih sapi dan kambing yang merupakan sumbangan dari pengurus dan anggota serta mitra-mitra.
Dia juga mengajak para advokat agar selalu kompak dan menjaga integritas dalam menjalankan profesinya. “Melalui Idul Kurban kita semakin mempererat silahturahmi, terutama dalam membesarkan organisasi yang kita cintai ini,” tukasnya. (RN)









































