Jakarta, innews.co.id – Peran cendikiawan Kristen sangatlah penting dalam memberikan kontribusi pemikiran bagi kemajuan bangsa dan negara.
Seperti yang dijalankan Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) selama ini. Dibawah kepemimpinan Dr. Badikenita Putri beru Sitepu, SE., SH., M.Si., (Ketua) dan Dr. Audy WMR Wuisang, S.Th., M.Si (Sekretaris Jenderal), PIKI periode 2020-2025, telah melakukan banyak kegiatan, baik dalam bentuk sumbangsih pemikiran, pelatihan, diskusi, dan berbagai hal.
PIKI bersiap melaksanakan kongres yang akan diadakan di Hotel Lumere dan Hotel Gran Melia, 30 April – 2 Mei ini.
“Kongres merupakan momentum penting untuk memperkuat kesinambungan organisasi. Selain itu, kegiatan tersebut ingin mempertegas peran PIKI sebagai organisasi cendikiawan Kristen yang selama ini telah berkontribusi pemikiran bagi bangsa dan negara,” kata Badikenita Putri beru Sitepu, SE., SH., M.Si., Ketua DPP PIKI, di Hotel Gran Melia, Kuningan, Jakarta, Selasa (28/4/2026).
Dikatakannya, sejak 2015 PIKI terus melakukan restrukturisasi organisasi, penyempurnaan AD/ART, serta perluasan kepengurusan di berbagai daerah. Saat ini PIKI sudah memiliki 29 DPD dan 87 DPC definitif.
“Ini merupakan kerja keras teman-teman pengurus yang terus berjuang, bahkan di masa pandemi Covid-19,” jelasnya.
Anggota DPD RI dapil Sumut ini menegaskan, kehadiran PIKI tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga memiliki legitimasi yang jelas melalui pelantikan dan pendaftaran resmi di wilayah masing-masing.
Ditambahkannya, PIKI mengambil peran melalui jalur pemikiran, kajian, seminar, pelatihan, dan penyampaian gagasan kepada pemerintah pusat maupun daerah.
“Kami memberikan kontribusi pemikiran kepada pemerintah, melalui hasil kajian dan diskusi,” serunya.
Selama ini, lanjut Audy Wuisang, secara aktif PIKI membangun kerja sama lintas organisasi cendekiawan keagamaan, terutama dalam membahas isu kebangsaan, kerukunan, dan persoalan sosial.
“PIKI lebih memilih menyusun kajian dan policy paper sebagai bentuk kontribusi intelektual, daripada mengambil posisi reaktif terhadap berbagai isu,” terangnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Kongres VII PIKI Drs. Benyamin Patondok menjelaskan, rencananya Kongres PIKI akan dibuka oleh Ketua MPR RI Ahmad Muzani pada 1 Mei dan ditutup oleh Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA.
“Kita berharap Kongres VII PIKI bisa berjalan lancar dan mampu menghasilkan masukan-masukan penting demi kemajuan bangsa dan negara,” tukasnya. (RN)








































