Jakarta, innews.co.id – Dukungan para tokoh agama dan tokoh masyarakat menjadi bagian penting dalam mensukseskan program-program pemerintah.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, dihadapan para tokoh agama dan tokoh masyarakat, Forkompiko, camat dan lurah se-Jaktim, pada acara Silahturahmi Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Tingkat Kota Adminstrasi Jakarta Timur Tahun 2026, di Aula Bambu Apus, Kantor Walikota Jaktim, Rabu (29/4/2026).
Dihadapan para tokoh, Munjirin menyampaikan situasi geopolitik dunia yang saat ini masih bergolak. “Saya mengajak para tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk tidak menyikapi konflik di Timur Tengah secara berlebihan dengan komentar-komentar yang justru membuat kehidupan bermasyarakat tidak kondusif,” ujarnya.
Walikota Jaktim juga meminta dukungan untuk membantu program-program Pemerintahan DKI Jakarta.
“Kami memahami bahwa setiap program pasti ada pro kontra. Itu hal biasa. Namun, kami meminta para tokoh bisa meredam hal tersebut, jangan justru mengipas-ngipas sehingga semakin hot,” serunya.
Dia mencontohkan soal menangkap ikan sapu-sapu di sejumlah tempat. “Memang ikan sapu-sapu bisa dikonsumsi. Hanya saja, karena kali di Jakarta kotor, dikuatirkan ikan juga mengandung zat-zat merkuri yang membahayakan tubuh. Itu menjadi alasan kenapa dibuat program tersebut,” urainya.
Lebih jauh Munjirin juga bicara soal penanganan sampah melalui gerakan pengurangan sampah dari sumbernya, baik di rumah, sekolah, restoran, hotel, Ponpes, maupun RT.
“Mulai 1 Agustus nanti volume sampah di TPS Bantar Gebang akan dikurangi 50%. Karenanya, perlu dicarikan solusi bagaimana penanganan sampah di sumbernya. Forum RT harus menghimpun warga untuk mendiskusikan pengelolaan sampah di tempatnya masing-masing,” tambahnya.
Setidaknya, tiap rumah tangga memiliki dua tempat sampah untuk organik dan non-organik. Kalau tidak bisa, setidaknya dibuat dua plastik untuk sampah sebagai pembeda antara yang organik dan non-organik.
Selain FKUB, tampak hadir Anggota FPK dan FKDM pada acara tersebut. “Kami mendukung program Pemerintah Jakarta dan akan membantu mensosialisasikan ke bawah,” kata Dian Artida, Sekretaris FPK Jaktim.
Bendahara PP Dewan Masjid Indonesia (DMI) ini menegaskan, pemilahan sampah menjadi bagian penting sehingga memudahkan, baik dalam pembuangan maupun proses daur ulang.
Snggota FPK JT yang hadir antara lain, Lutfhi Marzuki, Syamtidar Tomagola, Dian Artida, Suryadi, Enie Sulistyaningsih, Ahmad Suhusia, Amir Mahmud, Ida Fitria, Khotib, dan Rio. (RN)











































