Jakarta, innews.co.id — Keterlibatan kaum perempuan dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan semakin nyata. Tak heran, UMKM terus bertumbuh dan menjadi pilar penting ekonomi bangsa.
Salah seorang yang secara konsisten mendorong kemajuan UMKM adalah Hj. Diana Dewi Ketua Umum KADIN DKI Jakarta, yang beberapa waktu lalu menerima penghargaan sebagai Tokoh Perempuan Penggerak Ekonomi dan UMKM dari tvOne.
Pemberian penghargaan dilakukan dalam acara Talk Show Spesial memperingati Hari Ibu.

Talk Show ini menyoroti peran perempuan yang melampaui batas formal, menghadirkan kisah-kisah inspiratif tentang kepemimpinan, ketulusan, dan keberanian mengambil peran strategis di tengah tantangan ekonomi. Momen ini menjadi ruang refleksi bahwa kontribusi perempuan tidak berhenti pada ranah domestik, melainkan hadir sebagai penggerak perubahan sosial dan ekonomi.
Dijelaskan, penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi Diana Dewi dalam mendorong penguatan ekonomi kerakyatan, khususnya melalui pemberdayaan UMKM, komunitas usaha, dan peran perempuan dalam ekosistem bisnis.
Penghargaan serupa telah beberapa kali diterimanya sebagai bentuk pengakuan atas kerja kerasnya selama ini.
Selama ini, Diana Dewi dikenal aktif membangun kolaborasi lintas sektor untuk memastikan UMKM tidak hanya bertahan, tetapi mampu naik kelas dan berdaya saing.

Sebelumnya, Diana Dewi telah menerima penghargaan sebagai Tokoh Inspiratif Pemberdayaan Ekonomi Umat dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Tokoh Wanita Penggerak Ekonomi & UMKM Provinsi DKI Jakarta, dan Lifetime Achievement Award di ajang Malaysia Industry Award (MINDA) 2025, di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC).
“Ini bukan tentang satu nama, tetapi tentang jutaan perempuan yang setiap hari bekerja, berinovasi, dan memberi makna bagi lingkungannya. Perempuan bukan pelengkap pembangunan, melainkan motor penggeraknya,” kata Founder PT Suri Nusantara Jaya ini, dalam keterangan persnya, di Jakarta, Rabu (24/12/2025).
Dirinya berharap semakin banyak perempuan berani mengambil peran strategis dalam dunia usaha dan kepemimpinan. “Ekonomi inklusif hanya dapat terwujud ketika perempuan dilibatkan secara aktif dan setara,” imbuhnya.
Baginya, dibalik perannya sebagai ibu dan perempuan, ada kekuatan besar untuk menggerakkan ekonomi.
Dia meyakini, ketika perempuan diberi ruang, akses, dan kepercayaan, dampaknya bukan hanya bagi keluarga, tetapi bagi masyarakat dan bangsa.
Diana menegaskan bahwa setiap ibu adalah inspirasi. Setiap perempuan memiliki kekuatan untuk mengubah keadaan.
“Ketika perempuan bergerak, ekonomi pun ikut melaju,” tukasnya. (RN)












































