Jakarta, innews.co.id – Target implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, diharapkan bisa tercapai di tahun 2030 atau 4 tahun lagi dari sekarang. Sayangnya, banyak pihak belum mengetahui betul hal tersebut.
SDGs adalah agenda global PBB yang disepakati oleh 193 negara, termasuk Indonesia, untuk mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan, dan melindungi lingkungan. SDGs dirancang untuk dicapai pada tahun 2030 demi kesejahteraan manusia dan bumi.
“SDGs bukan hanya istilah global, melainkan tentang masa depan kita,” kata Forum Corporate Social Responsibility (CSR) DKI Jakarta, hari ini.

Menurutnya, SDGs adalah peta jalan menuju masa depan yang lebih adil dan berkelanjutan.
Dijelaskan, ada 17 tujuan dan 169 target yang terukur dalam SDGs yakni:
- Tanpa Kemiskinan (No Poverty)
- Tanpa Kelaparan (Zero Hunger)
- Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being)
- Pendidikan Berkualitas (Quality Education)
- Kesetaraan Gender (Gender Equality)
- Air Bersih dan Sanitasi Layak (Clean Water and Sanitation)
- Energi Bersih dan Terjangkau (Affordable and Clean Energy)
- Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth)
- Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (Industry, Innovation and Infrastructure)
- Berkurangnya Kesenjangan (Reduced Inequalities)
- Kota dan Komunitas Berkelanjutan (Sustainable Cities and Communities)
- Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (Responsible Consumption and Production)
- Penanganan Perubahan Iklim (Climate Action)
- Ekosistem Lautan (Life Below Water)
- Ekosistem Daratan (Life on Land)
- Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh (Peace, Justice and Strong Institutions)
- Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals)
Pada prinsipnya, SDGs merupakan kelanjutan dari Millennium Development Goals (MDGs) (2000-2015). Prinsip utamanya adalah universal, integratif, dan inklusif, memastikan “tidak ada satupun yang tertinggal” (No-one Left Behind).
“Hal tersebut menjadi penting karena dampak yang ditimbulkan bila hal tersebut tidak dibenahi nyata di sekitar kita,” ujarnya.
Diterangkan, SDGs bukan cuma urusan pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama. Karena di dalamnya ada gaya hidup, pilihan konsumsi dan aksi sosial. Karenanya, semua harus berkontribusi dan berkolaborasi guna mewujudkannya.
“Forum CSR DKI Jakarta berkomitmen dan mendorong korporasi untuk mengambil bagian dalam penerapan SDGs. Sebab, pihak swasta memegang peranan penting untuk mendukung hal tersebut,” tukasnya.
Diyakini bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Karenanya, SDGs bukan sekadar tanggung jawab global, tapi tanggung jawab kita bersama. (RN)














































