Jakarta, innews.co.id – Berbagi ilmu pengetahuan menjadi visi yang diemban oleh Ari Juliano Gema, advokat yang masuk dalam The 200 Club: Indonesia’s Most Influential Lawyers 2026, yang dirilis Hukumonline.
Pria yang memulai karir kepengacaraannya sejak tahun 2000 ini, dinilai sebagai sosok yang mumpuni dalam hukum kekayaan intelektual dan entertainment.
“Terima kasih saya bisa masuk jajaran The 200 Club: Indonesia’s Most Influential Lawyers 2026. Saya tentu senang sekali,” ujar Ari Juliano dari Firma Hukum Assegaf Hamzah & Partners ini, kepada innews, di Jakarta, hari ini.
Dijelaskan alasannya memilih mendalami hukum kekayaan intelektual. “Saya menilai kekayaan intelektual merupakan obyek yang menarik untuk dipelajari dan dapat memberikan kesejahteraan bagi pemiliknya apabila dikelola dengan benar,” ujarnya.
Sementara bidang hukum entertainment, dirinya melihat bahwa industri entertainment di Indonesia sedang berkembang pesat, namun tidak banyak lawyer yang memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai aspek-aspek hukum di industri entertainment.
Disinggung soal perlunya penyesuaian regulasi, Ari mengatakan, perkembangan teknologi saat ini–khususnya AI, mendorong adanya penyesuaian regulasi agar dapat memperjelas pengaturan yang berhubungan pemanfaatan teknologinya, serta melindungi kepentingan publik.
Ari sempat berkarir di pemerintahan, selama 7 tahun, sebagai Deputi Fasilitasi HKI dan Regulasi di Badan Ekonomi Kreatif (2015-2020) dan Staf Ahli Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (2020-2022). Selepas itu, dirinya kembali menjadi lawyer.
“Target ke depan, saya ingin menjadi dosen untuk mengajarkan pengetahuan dan pengalaman praktik dalam bidang hukum kekayaan intelektual yang saya miliki selama ini pada jurusan non-hukum agar lebih banyak orang diluar bidang hukum yang memahami tentang konsep kekayaan intelektual. (RN)












































