Waropen, innews.co.id – Gagasan membangun kampung nelayan di Kabupaten Waropen, Papua, merupakan kebutuhan yang harus ditindaklanjuti secara serius oleh pihak-pihak terkait.
Selama ini Waropen kerap dijuluki sebagai Kota Bakau karena memiliki pesisir pantai yang luas dan ditanami mangrove.
Penegasan itu disampaikan politisi Partai Golkar Papua Yance Mote, usai mendampingi Bupati Waropen Fransiscus Xaverius Mote, M.Si., bersama Yennike Dippan Ketua DPRK Waropen, menemui Direktur Perlindungan dan Pemberdayaan, Penguatan Infrastruktur dan Suprastruktur Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua, hari ini.

“Usulan Bupati Waropen untuk membangun kampung nelayan merupakan bentuk kepedulian terhadap wilayah yang sebagian masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan,” kata Yance, dalam keterangan persnya, Rabu (14/1/2026).
Dengan dibangunnya kampung nelayan, tentu akan dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang lebih memadai sehingga hasil tangkapan nelayan bisa selalui fresh sebelum di jual ke pasar ataupun dikirim ke daerah lain, bahkan untuk tujuan ekspor.
Yance menguraikan rencananya Kampung Nelayan Merah Putih akak dibangun di atas tanah seluas satu hektare, yang dilengkapi sarana prasarana antara lain, fasilitas jalan yang bagus, SPBN, Collstoriet, Sentra Kuliner, Bengkel, Kapal 3 Tipe 9-11 Meter Viber.
“Kesemuanya akan dikelola oleh Koperasi Merah Putih dengan supervisi dari Pemda Waropen,” jelasnya.
Dirinya meyakini, bila hal tersebut terealisasi, maka kehidupan nelayan di Waropen akan semakin sejahtera karena hasil tangkapan akan dikumpulkan secara kolektif dan dijual melalui koperasi.
Dikatakannya, kedepan juga Bupati Waropen mengusulkan ketersediaan 1000 motor tempel untuk nelayan, juga pendirian Sekolah Tinggi Perikanan, dan pembukaan pasar ikan di Waropen.
“Waropen menyimpan potensi besar untuk berkembang, terutama dari sisi perikanan dan kelautan. Dengan adanya Kampung Nelayan, nantinya akan meningkatkan pendapatan asli daerah dan memungkinkan daerah tersebut untuk berkembang,” tukasnya.
Dirinya berharap usulan ini bisa mendapat dukungan, baik dari Pemerintah Provinsi maupun pusat. “Kekayaan laut di Waropen merupakan anugerah Tuhan yang harus dimanfaatkan bagi kesejahteraan masyarakat di sana,” pungkasnya. (RN)











































