Jakarta, innews.co.id – Belajar adalah sebuah proses yang harus terus dijalani manusia sepanjang hayat dikandung badan. Karena belajar bukan sekadar memperkaya ilmu, tapi juga membuat orang semakin berhikmat dan bijaksana.
Seperti kata Firman Tuhan dalam Amsal 18:15, “Hati orang berpengertian memperoleh pengetahuan, dan telinga orang bijak mencari pengetahuan”.

Meski telah memimpin perusahaan berskala nasional di bidang perkebunan kelapa sawit, sebagai President Director PT Limas Prima Plantation, namun bagi Lia Lau, belajar tetap harus dikejar.
Saat dirinya mendampingi sang buah hati yang menempuh pendidikan master di Australia, dirinya kepincut untuk ikut memperkaya ilmunya, khususnya di dunia musik. Alhasil, dirinya mendaftar ke Hillsong Collage di Negeri Kangguru. Jurusan yang diambil pun tidak main-main, Song Writing (pencipta lagu).
“Saya memutuskan kembali ke bangku pendidikan untuk memperkuat apa yang selama ini sudah saya lakoni. Kebetulan jurusannya pas,” ungkap wanita cantik bernama lengkap Lia Laurent Lioe, di Jakarta, Sabtu (19/7/2025).
Dirinya diizinkan melakukan perkuliahan secara online, meski beberapa waktu diwajibkan untuk onsite. Dia pun harus bolak-balik ke Australia.

Salah satu tugas untuk Lia yang diberikan dosennya Pastor Raymond Badham, seorang legend di Hillsong adalah menciptakan lagu. Tidak tanggung-tanggung, tiga lagu telah ia ciptakan.
Lagu pertama berjudul ‘Rest and Trust’. “Lagu itu berangkat dari pengalaman pribadi, di mana kita harus berserah dan percaya penuh pada Tuhan dan membiarkan Dia menggendong kita,” tuturnya.
Lagu keduanya berjudul ‘Dating with You’. Sebuah lagu sentimentil yang menceritakan bagaimana kita harus memiliki waktu untuk ‘berkencan’ dengan Tuhan. “Kita ini adalah kekasih-kskasih Tuhan. Jadi, sebagai kekasih Tuhan, kita harus selalu menyediakan waktu untuk berkencan dengan Tuhan. Jangan, ngakunya sebagai kekasih hati Tuhan, tapi waktu untuk berkencannya tidak ada,” seru Lia Lau berkelakar.
Paling terbaru, lagu yang diciptakan adalah ‘Your Heart Desire’, merupakan gambaran kerinduan kita untuk menjadi dambaan hati Tuhan.
“Tuhan mendambakan kita selalu dekat dengan-Nya, melalui doa pribadi, ibadah, dan persekutuan,” tukasnya.

Ternyata, ketiga lagunya dengan aroma musik bernuansa Mandarin tersebut mendapat pujian dari Raymond Badham. “Honestly, it’s the great song. I’d like it,” cetus Raymond tanpa ragu.
Kedepan, Lia berencana merekam lagu ciptaannya untuk bisa dinikmati banyak orang percaya. “Mungkin sebagai awal baru saya publish di media sosial saja, seperti TikTok dan Instagram,” akunya.
Bagi Lia Lau, dunia pelayanan menjadi sesuatu yang tak terpisahkan, berjalan beriringan dengan pekerjaan. Keduanya memberi kenikmatan tersendiri, terlebih menciptakan keseimbangan antara duniawi dan sorgawi. (RN)













































