Jakarta, innews.co.id – Tingginya kebutuhan darah di Jakarta per harinya menjadi pekerjaan yang tidak mudah bagi jajaran Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta, yang baru dikukuhkan oleh Ketua Umum PMI H. Jusuf Kalla, di Balaikota, Jakarta, hari ini.
Mereka yang dilantik periode 2025-2030 adalah 7 orang sebagai Dewan Kehormatan dan 17 orang sebagai Dewan Pengurus yang diketuai oleh Drs. H. Mardani bin H. Nasir atau akrab disapa Beky Mardani. Sementara Wakil Gubernur DKI Jakarta, H. Rano Karno didaulat sebagai Ketua Dewan Kehormatan. Pengukuhan kepengurusan juga dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo.
“Tantangan kami, baik Dewan Kehormatan maupun Pengurus tidaklah mudah. Kita akan diskusikan upaya-upaya apa saja yang bisa kita lakukan untuk menjamin ketersediaan stok darah di Jakarta,” kata Anggota Dewan Kehormatan Diana Dewi, dalam pernyataan persnya, Rabu (10/9/2025).

Seperti dikatakan Jusuf Kalla, kebutuhan darah di Jakarta berkisar 1.000-1.200 kantong perharinya. Ini lantaran banyak pasien, termasuk dari daerah-daerah yang meminta darah dari PMI Jakarta. Belum lagi pasien yang dirujuk ke sekitar 200-an rumah sakit di Jakarta.
Bagi Diana, orang yang membutuhkan darah tidak bisa dibilang ‘Nanti dulu’ atau ‘Besok saja’. Karena urgensinya memang harus disediakan secepatnya. Karenanya, stok darah pun harus terus diperbanyak.
Diana Dewi yang merupakan satu-satunya perempuan yang menjadi Pengurus PMI Jakarta ini mengatakan, aksi donor darah harus ditingkatkan lagi, termasuk menggandeng dunia usaha.
“Saya coba memobilisasi aksi donor darah, baik kepada pelaku usaha maupun pekerja. Selama ini nampaknya dunia usaha kurang disentuh untuk melakukan aksi kemanusiaan tersebut,” tambah Ketua Umum Kadin DKI Jakarta ini.

Dirinya yakin, dunia usaha juga memiliki keterbebanan untuk melakukan donor darah secara rutin.
Secara khusus dirinya mengajak warga Jakarta, termasuk rekan-rekan dunia usaha untuk mau mendonorkan darahnya sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat luas, sekaligus kontribusi positif bagi kemaslahatan umat.
“Bagi kita yang sehat, donor darah juga akan membuat metabolisme tubuh semakin baik. Sebab, saat mendonorkan darahnya, maka otomatis tubuh akan bekerja untuk mengganti sel darah yang hilang, merangsang produksi sel darah baru yang lebih sehat dan meningkatkan kualitas darah secara keseluruhan,” ujar Diana Dewi.
Hal penting lain yang perlu dilakukan PMI Jakarta adalah sosialisasi ke masyarakat, tidak hanya terkait pentingnya donor darah, tapi juga pola hidup dan makanan sehat. Kalau seseorang hidup.sehat, maka ketika mendonorkan darahnya pun akan sehat. Pihaknya akan coba menggandeng stakholder lain untuk mendukung sosialisasi tersebut.
“Donor darah merupakan aksi kemanusiaan karena setetes darah yang kita sumbangkan bisa menyelamatkan nyawa orang lain. Sebagai sesama anak bangsa, kita memiliki tanggung jawab untuk menolong sesama. Itu juga wujud syukur kita kepada Allah SWT atas kesehatan yang diberikan sehingga kita memiliki kesempatan berbagi kepada sesama,” tukas Diana Dewi. (RN)










































