Jakarta, innews.co.id – Pengusaha daging di Indonesia diperhadapkan pada dua tantangan besar yakni, proses perizinan yang panjang dan biaya logistik yang terus naik.
Hal tersebut diungkapkan Founder Suri Nusantara Jaya (SNJ) Hj. Diana Dewi, SE., di Jakarta, Kamis (13/11/2025). “Kenaikan harga daging sering terlihat di hilir. Mulai dari di pasar, di konsumen, sampai di meja makan. Tapi kalau ditarik ke belakang, persoalannya jauh lebih kompleks,” ujarnya.
Dua tantangan besar yang dihadapi pelaku usaha daging di Indonesia tersebut yang pada akhirnya membuat harga daging sulit untuk benar-benar turun, meskipun pasokan tersedia.
“Para pengusaha daging di Indonesia menghadapi banyak kesulitan dan tantangan yang tidak ringan. Keinginan untuk mencukupi pasokan dan memenuhi kebutuhan masyarakat kerap terganjal dengan regulasi dan logistik,” jelasnya.
Dari sisi pasokan, kata Diana, masih bisa dicarikan solusinya karena melihat ketersediaan yang ada. Namun, bila berhubungan dengan regulasi dan biaya logistik yang terus naik tentu menjadi kewenangan pihak lain.
Untuk itu, menurut Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta ini, perlu dilakukan pembenahan rantai logistik dan penyederhanaan izin impor.
“Hal tersebut bukan hanya penting bagi pelaku usaha, tetapi juga untuk menjaga keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat,” imbuhnya.
Founder Toko Daging Nusantara ini menegaskan, “Kita butuh proses yang lebih efisien, transparan, dan adaptif agar industri tetap berjalan, dan harga di pasar tetap masuk akal”. (RN)













































