Jakarta, innews.co.id – Stimulus ekonomi yang diberikan oleh pemerintah melalui APBN dan APBD berdampak positif, baik bagi pengusaha maupun masyarakat.
“Saat ini, ekonomi kita sebenarnya mulai menunjukkan pergerakan positif. Itu artinya, stimulus pemerintah melalui APBN dan APBD mulai terasa efeknya, terutama pada daya beli masyarakat,” kata Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta, Diana Dewi, di Jakarta, Jumat (14/11/2025).
Salah satu parameter yang terlihat, kata Diana, di sektor pangan, di mana penjualan daging mengalami kenaikkan mencapai 20-30 persen. Hal tersebut menandakan pergerakan ekonomi di level mikro ikut hidup.
Akan tetapi, semua itu tetap bergantung pada kebijakan yang tepat sasaran. “Stimulus boleh besar, tapi dampaknya harus benar-benar terasa di masyarakat dan pelaku usaha,” jelasnya.
Founder Toko Daging Nusantara ini optimis akan pertumbuhan ekonomi di kuartal IV dan juga tahun 2026.
“Fokus pemerintah pada kesejahteraan warga, hilirisasi, dan penguatan industri pangan membuka peluang pertumbuhan yang lebih merata,” serunya.
Dirinya mengakui saat ini ada beberapa investor mulai melirik kerja sama di sektor pangan. Salah satunya peluang kerja sama dengan Suri Nusantara Jaya untuk memperkuat rantai distribusi dan cold chain dari hulu ke hilir.
“Alhamdulillah, ada peluang-peluang kerja sama yang mulai dibangun dengan pengusaha lain. Ini tentu menjadi titik terang bagi peningkatan ekonomi kita,” tukasnya. (RN)













































