Bandung, innews.co.id – Suasana kebahagiaan menyelimuti buka puasa bersama Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Kota Bandung, di Hotel Horizon, Bandung, Jum’at (13/3/2026).
Sekitar 100-an anak yatim piatu yang menghadiri acara tersebut melebur bersama jajaran pengurus Peradi Bandung.
“Pemberian santunan dan buka puasa bersama menjadi kegiatan rutin DPC Peradi Bandung. Alhamdulillah, di bulan Ramadhan 1447 Hijriah ini kita bisa bersedekah kepada mereka (anak yatim),” kata Dr. (c) Mohamad Ali Nurdin, SH., MH., M.Kn., Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Bandung, dalam keterangan persnya, hari ini.

Baginya, berbagi berkah kepada anak yatim (terutama di bulan Ramadhan), merupakan kebahagiaan yang tak ternilai.
“Apa yang kita berikan merupakan sebagian dari rezeki yang Allah SWT titipkan. Sebab, dalam setiap rezeki yang kita peroleh secara halal ada hak anak yatim dan mereka yang berkekurangan,” ujarnya.
Suasana buka puasa bersama semakin menarik dengan penampilan dari anak yatim dengan kreasi badut dan games. Ditambah lagi hiburan oleh De Geulis Voice featuring De’ Lawyers Pro Band. Tausiyah bertema “Pererat Silaturahmi Untuk Menjalin Kebersamaan” yang disampaikan Ustadz Dr. Erick Yusuf, S.Sy., M.Pd.

Dalam tausiyahnya Ustadz Erick mengapresiasi Peradi Bandung yang memiliki kepedulian terhadap anak yatim. “Memberi kepada anak yatim merupakan pahala mendalam bagi kita. Rezeki kita tak akan pernah kering, melainkan semakin bertambah,” serunya.
Sementara itu, Ketua Panitia Bukber Amin Nurjamin, SH., MH., berterima kasih untuk keterlibatan dan partisipasi dari rekan-rekan advokat sehingga kegiatan tersebut bisa berjalan lancar.

Lebih jauh Ali Nurdin mengajak para advokat untuk bersatu dalam mendukung kemajuan organisasi. “Peradi Bandung telah melaksanakan berbagai program kerja, baik internal maupun eksternal. Harapannya, kita semakin solid dan saling mendukung,” tukasnya.
Dirinya menyinggung diberlakukannya KUHP dan KUHAP baru di 2026. “Dengan KUHP dan KUHAP baru, advokat dituntut bekerja lebih keras lagi, terutama saat membela kliennya. Kita sudah bisa mendampingi klien saat diperiksa oleh penyidik. Disitu kita juga bisa berargumen terkait perkara yang ditangani,” jelasnya.
Dikatakannya, para advokat juga harus terus meng-update pengetahuan dan wawasannya. “Masalah hukum saat ini semakin kompleks. Karenanya, dituntut profesionalitas dan integritas dari para advokat,” imbuhnya.

Ali Nurdin menegaskan, Bulan Ramadhan dan Idul Fitri menjadi momentum penting dalam membangun kebersamaan dalam suatu organisasi profesi.
“Semoga di bulan Ramadhan ini memberi kita hidayah agar kedepan lebih baik lagi,” pungkasnya. (RN)









































