Jakarta, innews.co.id – Penerapan sistem biometrik “seamless corridor” di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, menunjukkan Indonesia selangkah lebih maju dalam menghadirkan layanan keimigrasian.
Kabarnya, Indonesia merupakan negara pertama yang menggunakan sistem yang bertujuan untuk merampingkan prosedur imigrasi bagi kedatangan internasional dan meningkatkan efisiensi bandara.
Pengamat kedirgantaraan Indonesia, Andre Rahadian, SH., LL.M., menyambut baik pemakaian sistem ini.

“Terobosan seperti ini menunjukkan bahwa pelayanan publik kita bisa selangkah lebih maju, bahkan menjadi yang pertama di dunia,” ujar Founder Masyarakat Hukum Udara (MHU), di Jakarta, Kamis (27/11/2025).
Menurutnya, tidak banyak negara yang berani memulai inovasi berbasis biometrik dalam skala sebesar ini. Wajar jika banyak pihak memberi perhatian.
Meski begitu, lanjutnya, seperti halnya teknologi baru, tantangan tetap ada. “Yang paling penting adalah memastikan sistem ini aman, tidak mudah disusupi, dan benar-benar melindungi data pribadi warga maupun pendatang,” ujar praktisi hukum dari kantor lawyers kelas dunia Dentons HPRP ini.
Selain itu, sambungnya, edukasi publik juga perlu diperkuat supaya masyarakat memahami cara kerjanya dan tidak kebingungan saat teknologi ini diimplementasikan penuh di lapangan.
Diketahui, Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan sistem biometrik “seamless corridor” atau koridor tanpa hambatan, yang memungkinkan penumpang atau pelancong melewati pemeriksaan imigrasi tanpa perlu berhenti. Teknologi ini didukung oleh solusi Artificial intelligence (AI) dari Amadeus.
Dijelaskan, langkah ini merupakan bagian dari program “All Indonesia” yang dicanangkan pemerintah, yang bertujuan untuk merampingkan prosedur imigrasi bagi kedatangan internasional dan meningkatkan efisiensi bandara.
Selain di Bandara Soetta, nantinya juga akan dipasang di Bandara Internasional Juanda Surabaya. Pada fase pertama, prioritas penggunaan akan diberikan kepada para lansia dan penumpang berkebutuhan khusus, yang dapat mendaftar terlebih dahulu melalui aplikasi “All Indonesia”. (RN)












































