Jakarta, innews.co.id – Korps Perempuan Majelis Dakwah Islamiyah (KPMDI) bersama Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) memberikan bantuan pengadaan air bersih kepada 5 desa di dua kecamatan di wilayah Aceh Tamiang, yang terdampak banjir parah.
“Alhamdulillah, KPMDI bersama FPPI telah memberikan 17 buah pompa dan satu toren air (500 liter) kepada masyarakat di sejumlah desa di Pidie Jaya dan Aceh Tamiang, kata Ketua Umum KMPDI dan FPPI, Dr. Marlinda Irwanti Poernomo, dalam keterangan persnya, di Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Dirinya memimpin langsung penyerahan unit pompa dan toren air kepada perwakilan warga setempat.

Desa Suka Mulia Upah, Kecamatan Banda Mulia diberikan 7 mesin pompa yang diterima oleh Datuk Penghulu Zulkarnain; Desa Suka Jadi, Kecamatan Banda Mulia (3 pompa) diterima oleh Ketua Kelompok Adat Desa; Desa Suka Damai, Kecamatan Banda Mulia (3 pompa) dan diterima oleh Datuk Penghulu Suka Damai; Desa Telaga Meuku II, Kecamatan Manyak Payed (3 pompa), diterima oleh Datuk Penghulu Telaga Meuku II; dan Desa Sekerak Kiri Dusun Baru, Kecamatan Sekerak (1 mesin pompa celup atau summer sible) untuk mushola yang diterima oleh imam mushola dan Kepala Dusun.
“Kami terpanggil untuk membantu saudara-saudara kita yang menjadi korban banjir. Ini merupakan bencana yang sangat memilukan,” aku politisi dan akademisi senior ini.

Dirinya menilai, bencana yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera, bukanlah banjir biasa.
“Bencana ini tidak sekadar banjir biasa, tapi lumpur sampai ke atap rumah. Akibatnya, banyak warga tidak bisa lagi kembali ke rumahnya” jelasnya.

Dikatakannya, sejauh ini pemerintah baik pusat dan daerah secara terpadu telah menjalankan tupoksinya. Namun sebagai bagian dari masyarakat, FPPI dan KPMDI terdorong membantu saudara- saudara kita di Aceh.
Marlinda berharap pemerintah bisa mencanangkan target penanganan bencana dengan baik dan dilakukan secara komprehensif. Pasalnya, kasihan masyarakat terlalu lama tinggal di tempat-tempat pengungsian karena kehilangan rumah dan harta bendanya.
“Masalah di Aceh dan dua provinsi lainnya, tidak hanya soal fisik saja, tapi juga mental atau trauma healing. Bulam saja anak-anak, tapi orang dewasa pun perlu pemulihan mental,” tukasnya.

Kepada masyarakat Aceh, dirinya selalu berdoa agar diberikan kesabaran, ketabahan dan tawakal. “Semoga bantuan yang diberikan bisa meringankan beban masyarakat, terutama untuk mendapatkan air bersih. Sebagai sesama anak bangsa, kami selalu menyayangi kalian semua dan berupaya membantu dengan apa yang kami bisa,” imbuhnya.
Marlinda menambahkan, “Insyaallah setelah membantu 17 pompa air di Pidie Jaya dan Aceh Tamiang, program kemanusiaan ini akan terus berlanjut”. (RN)









































