Jakarta, innews.co.id – Berkaca pada keberhasilan program Patriot Bonds, yang berhasil menggaet dana sebesar Rp 50 triliun, Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) berencana menerbitkan Patriot Bonds Jilid II senilai Rp 15 triliun.
“Keberhasilan penerbitan Patriot Bonds jilid I tentu akan mendorong munculnya Patriot Bonds jilid II,” kata Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta, Diana Dewi, di Jakarta, Senin (24/11/2025).
Penerbitan Patriot Bonds merupakan salah satu alat pemerintah untuk merangkul kalangan swasta untuk berperan aktif dalam membiayai pembangunan nasional.
Pada Patriot Bonds jilid I terkumpul Rp 51,75 triliun dari target Rp 50 triliun (oversubscribe). “Untuk Patriot Bond jilid II tentu para pengusaha sudah ambil ancang-ancang. Apalagi, tingkat kupon Patriot Bonds hanya 2 persen atau 3 persen di bawah suku bunga acuan Bank Indonesia sebesar 5 persen dan lebih rendah daripada obligasi pemerintah sekitar 6,1 persen,” terangnya.
Apalagi, Presiden Prabowo Subianto menargetkan Danantara dapat menyumbang minimal USD50 miliar atau sekitar Rp 808 triliun per tahun untuk menutup defisit APBN dan mendukung pendanaan pembangunan nasional.
“Keterlibatan dunia usaha untuk mendukung Patriot Bond II sangat besar. Sebab, hanya dengan berkolaborasi dengan pihak swasta, maka pembangunan berkelanjutan bisa tercapai,” imbuhnya.
Proyek jangka panjang
Lebih jauh Founder Toko Daging Nusantara ini mengatakan, impact dari Patriot Bonds ini secara umum belum terlalu terasa karena kegunaannya untuk membiayai proyek-proyek jangka panjang.
Diana mengingatkan, “Perlu diwaspadai mengingat penggunaan Patriot Bond ini sifatnya proyek jangka panjang dengan masa pengembalian yang terbilang singkat yakni 5-7 tahun. Karena bisa jadi proyek yang dibiayai dari Patriot Bond ini belum mulai, dananya harus dikembalikan”.
Dirinya menduga penerbitan Patriot Bond II untuk menutup kekurangan dana pengembalian obligasi yang telah jatuh tempo (reprofiling). Jadi, seperti gali lubang tutup lubang.
Menurutnya, Danantara bisa mencoba memperpanjang waktu pengembalian menjadi 10 tahun keatas. Selain itu, Danantara juga diharapkan bisa melakukan pengawasan terhadap proyek-proyek yang menjadi target pendanaan melalui Patriot Bonds ini. (RN)












































