Jakarta, innews.co.id – Bundaran Hotel Indonesia, Minggu, 30 November 2025, berubah jadi lautan manusia penuh warna warni. Mereka tidak saja berjalan santai, tapi juga menampilkan olahraga rakyat dengan penuh keriangan.
Dikoordinir oleh Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) DKI Jakarta, puluhan ribu masyarakat dari berbagai pelosok Jakarta mengikuti Gebyar KORMI DKI Jakarta 2025, bersamaan dengan perayaan HUT ke-58 KADIN DKI Jakarta.
“Jakarta menyala! Jakarta penuh warna!” teriak Ketua Umum KORMI DKI Jakarta, Diana Dewi lantang, disambut tepik riuh peserta.

Diana menambahkan, kegiatan ini bukan sekadar kumpul-kumpul, tapi merupakan bukti bahwa Jakarta punya denyut kebugaran yang kuat, semangat kebersamaan yang nyata, dan ruang publik yang hidup setiap minggunya.
Sejumlah kegiatan diadakan pada kesempatan itu antara lain: zumba, fun walk, donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, booth UMKM, serta penampilan olahraga tradisional.
“Saya bahagia sekali melihat warga Jakarta begitu antusias berolahraga. Bersama keluarga, mereka datang dengan penuh keceriaan. Dengan kaos berwarna-warni, terdengar tawa lepas anak-anak bersama orangtuanya, langkah kaki yang bergerak serempak seolah menggambarkan Jakarta selalu punya cara untuk bergerak lebih sehat dan lebih gembira,” ujar Ketua Umum KADIN DKI Jakarta ini.
Dirinya mengapresiasi keterlibatan para peserta dan mitra-mitra. “Olahraga masyarakat bukan hanya tentang kesehatan, tetapi membangun karakter kota yang lebih solid, bugar, dan saling mendukung. Jika ingin melihat masa depan Jakarta, lihatlah bagaimana warganya bergerak hari ini. Kota yang kuat dibangun dari masyarakat yang sehat, kompak, dan gembira,” seru Diana Dewi.
Gebyar KORMI DKI Jakarta 2025 juga mengukuhkan kembali tagline KORMI:
Sehat – Bugar – Gembira – Luar Biasa. Sebuah pesan sederhana namun relevan di tengah tantangan hidup urban yang semakin dinamis.
“KORMI DKI Jakarta berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan yang inklusif, merangkul seluruh lapisan masyarakat, dan menjadi ruang bagi komunitas untuk tumbuh bersama,” tukasnya.
Ditegaskan, acara tersebut bukan puncak, tetapi awal dari lebih banyak gerakan kolaboratif menuju Jakarta yang lebih sehat dan lebih bahagia. (RN)









































