Kantor Pusat PGI di Jl. Salemba, Jakarta

Jakarta, innews.co.id – Di tahun 2021 ini, pandemi Covid-19 masih menjadi tantangan global yang harus kita tanggulangi bersama. Meski begitu, kita patut optimis karena melihat berbagai upaya global yang tengah dilakukan sungguh-sungguh untuk memutus mata rantai sebaran virus korona, maupun membangun sistem kekebalan tubuh masyarakat di tengah situasi pandemi ini.

Hal ini disampaikan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) dalam himbauan pastoralnya, yang diterima innews, Rabu (6/1/2021). Terkait pemberian vaksin, PGI mengimbau gereja-gereja untuk memberikan dukungan optimal bagi pelaksanaannya. “Tentunya dukungan ini diberikan dengan tetap memperhatikan penerapan persyaratan minimal bagi upaya vaksinasi, termasuk batasan usia yang disyaratkan,” ujar surat PGI yang ditandatangani oleh Pdt. Gomar Gultom (Ketua Umum) dan Pdt. Jacklevyn F. Manuputty (Sekretaris Umum) ini.

Selain itu, PGI juga meminta pemerintah untuk meningkatkan edukasi dan literasi secara kontinu dan merata bagi masyarakat luas dengan memanfaatkan semua jejaring sosial sebagai media dan medium sosialisasi. “Edukasi publik yang diharapkan menyangkut distribusi vaksin, pelaksanaan vaksinasi, efektivitas vaksinasi, termasuk kemungkinan kontra indikasi dan penanganannya yang telah dipersiapkan,” kata PGI.

PGI juga menyarankan gereja-gereja berkoordinasi dengan pemerintah dan instansi teknis yang bertanggungjawab untuk melaksanakan vaksinasi di wilayahnya masing-masing. “Saat ini berkembang rumor yang meragukan efektivitas tindakan vaksinasi. Untuk itu, kita dapat melakukan klarifikasi pada saluran-saluran resmi pemerintahan dan instansi teknis terkait, dan tidak mengembangkan kekhawatiran tanpa verifikasi informasi yang jelas,” seru PGI lagi.

Disampaikan pula apresiasi terhadap kesediaan Presiden Joko Widodo serta para tenaga medis untuk menjadi pihak pertama yang menerima tindakan vaksinasi.

Diingatkan pula, pelaksanaan vaksinasi tidak dengan serta merta memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Oleh karenanya, perilaku ketat untuk memberlakukan protokol kesehatan diri sendiri dan orang lain, seperti mencuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker, harus tetap dipertahankan sampai situasi pandemi secara resmi diumumkan telah mereda.

“Tetaplah bertekun dalam iman dan teguh dalam pengharapan, sambil tak lelah membela dan merawat kehidupan demi hormat dan kemuliaan Allah,” tutup PGI. (RN)