Jakarta, innews.co.id – Dewan Gubernur Bank Indonesia menurunan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5% atau turun dari 5,25% pada Juli 2025.
Bagi KADIN, keputusan ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam mendorong laju perekonomian negara, baik dari sisi pengembangan usaha maupun masuknya investasi dari luar negeri.
“Keputusan Gubernur BI ini patut diapresiasi,” kata Ketua Umum KADIN DKI Jakarta Diana Dewi, dalam keterangan persnya, di Jakarta, Kamis (21/8/2025).
Menurutnya, keputusan ini tentu memiliki tujuan. Salah satunya untuk mempertahankan stabilitas harga dan nilai tukar rupiah. Juga mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan melalui peningkatan likuiditas, pertumbuhan kredit, dan investasi.

Dirinya menilai, penurunan BI Rate tersebut tentu memiliki dampak terhadap dunia usaha. Antara lain, peningkatan likuiditas di pasar uang dan perbankan. Hal tersebut tentu memungkinkan bank untuk memberikan kredit lebih banyak kepada masyarakat dan dunia usaha.
Dikatakannya, dengan likuiditas yang meningkat, pertumbuhan kredit diperkirakan akan meningkat, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi
“Penurunan suku bunga acuan juga diharapkan dapat menurunkan suku bunga kredit perbankan, sehingga membuat kredit lebih terjangkau bagi dunia usaha dan masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, juga dapat meningkatkan investasi di sektor riil, karena biaya modal yang lebih rendah membuat investasi lebih menarik.
Meski begitu, sambung CEO Suri Nusantara Jaya ini, penurunan BI Rate tidak akan berarti apa-apa bila tidak dibarengi dengan upaya lain. Misal, mendongkrak daya beli masyarakat, penurunan harga-harga kebutuhan pokok di pasar serta ketersediaan bahan pangan yang cukup.
“Pemerintah perlu melakukan upaya konkrit lain untuk mendukung stabilitas perekonomian. Salah satunya melakukan operasi pasar dan melakukan kebijakan moneter ekspansif,” usulnya.
Selain itu, pemerintah juga perlu meningkatkan daya saing produk-produk lokal agar lebih berdaya saing untuk masuk pasar internasional. Juga membantu para pengusaha untuk menembus pasar global.
Peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) harus simultan dijalankan sembari terus mengenalkan teknologi digital yang mampu mensupport perluasan pasar, terutama bagi produk-produk UMKM.
“Sebagai mitra pemerintah, KADIN DKI Jakarta akan siap berkolaborasi dan mendorong terciptanya bisnis berkelanjutan,” tukas Diana Dewi. (RN)












































