Jakarta, innews.co.id – Tahun 2027, rencananya akan diadakan Konferensi World Boxing Council (WBC)–badan tinju dunia terbesar, di Indonesia.
“Awalnya, kami mengusulkan kepada Presiden WBC Mauricio Sulaiman, tahun 2026 diadakan Kongres Dunia WBC di Indonesia. Namun, sudah ditetapkan di Abu Dhabi. Jadi, rencananya akan diadakan di Indonesia tahun 2027,” kata Ketua Umum Komisi Tinju Indonesia (KTI) Dr. Capt. Anthon Sihombing, MM., M.Mars., di Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Anthon secara khusus telah bicara dengan Mauricio Sulaiman pada Kongres Dunia WBC di Bangkok, Desember 2025 lalu, mengenai keinginan Indonesia menjadi tuan rumah.
Dijelaskan, Kongres Dunia WBC akan dihadiri oleh sekitar 161 negara anggotanya.
Tahun 2026 ini, sambungnya, akan diadakan Kongres Tinju Badan Tinju Asia Pasific (Oriental and Pacific Boxing Federation/OPBF) di Indonesia.

“Saya mau melaporkan terkait Kongres OPBF dan WBC kepada Menteri Pemuda dan Olahraga dalam waktu dekat ini,” lanjutnya.
Sebelumnya, Anggota Dewan Etik DPP Partai Golkar ini pernah dua kali mengadakan World Convention (konferensi dunia) Badan Tinju WBA (World Boxing Assoviation), yang dihadiri oleh 90 negara, di Bali dan Jakarta. Begitu juga Kongres OPBF sudah beberapa kali diadakan di Indonesia.
Lebih jauh Ketua Umum International Maritime Organization (IMO) Watch ini mengatakan, pihaknya mendorong olahraga tinju di Indonesia menjadi industri yang berguna juga untuk menyerap tenaga kerja.

“Menpora sekarang (Erick Thohir) begitu profesional dan berlatar pengusaha, sehingga memudahkan untuk berdiskusi, tidak seperti yang sebelumnya,” tambah Anthon berkelakar.
Dia yakin, Menpora akan mendukung penyelenggaraan Kongres Dunia WBC dan gagasan industrialisasi olahraga tinju. Hal tersebut juga didukung oleh banyaknya warga Indonesia yang berminat bertinju dan gemar menonton pertandingan tinju.
Dirinya meyakini tinju di Indonesia akan berkembang pesat bila sudah jadi industri. “Jadi, tidak hanya bicara olahraga saja, tapi tinju di Indonesia memiliki potensi besar untuk dikelola dan menghasilkan cuan,” tukas Anthon Sihombing. (RN)










































