Jakarta, innews.co.id – Jakarta Utara memiliki punya potensi besar di sektor perumahan. Namun, ada sejumlah persoalan yang harus diselesaikan. Kolaborasi Pemerintah Kota, pengusaha (swasta), dan masyarakat menjadi kuncinya.
“Sinkronisasi dan kolaborasi menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan sektor perumahan di Jakarta Utara,” kata Charlie Sandianto Lim Wakil Ketua bidang Property, Real Estate, Kawasan Industri dan Pertanahan KADIN Jakarta Utara, Sabtu (4/4/2026).
Salah satu masalah perumahan yang mengemuka di Jakut adalah masih banyaknya ditemukan pemukiman padat penduduk yang nampak kumuh.
Mengenai hal tersebut, pria yang akrab disapa PaChar ini mengakui, hal tersebut merupakan masalah klasik.

“Tidak bisa diselesaikan secara instan, apalagi dengan pola penggusuran. Sudah tidak zamannya lagi. Solusinya harus lebih manusiawi, di mana kita tata ulang kawasannya dengan melibatkan warga. Sebab, mereka bukan objek, tapi bagian dari solusi,” ujar Wakil Ketua Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) DPD DKI Jakarta ini.
Dirinya mendorong skema kerja sama antara pemerintah dan swasta supaya ada model pembiayaan yang masuk akal.
“Lahan di Jakarta Utara ini kan terbatas, jadi tidak bisa lagi berpikir horizontal terus. Melihat angka kepadatan penduduk dengan luas wilayah, maka kedepan memang arah kita harus ke hunian vertikal terjangkau yang lebih layak, supaya kepadatan bisa dikelola dengan lebih baik,” seru CEO PT World Property Insight (WPI) ini.
Menurutnya, penataan kawasan kumuh itu harus dikerjakan bersama-sama. Tidak bisa hanya pemerintah, dan juga tidak bisa hanya swasta. Harus keduanya bersama masyarakat.
Charlie menegaskan bahwa dunia usaha siap bergerak. Akan tetapi butuh kepastian arah dari pemerintah. “Kami ingin duduk bareng dengan Pemkot, terutama terkait tata ruang dan perizinan, supaya tidak ada lagi proyek yang tersendat karena hal-hal administratif,” imbuhnya. (RN)












































