Jakarta, innews.co.id – Bencana banjir yang mendera tiga provinsi di Pulau Sumatera yakni, Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, seolah menjadi alarm kepada semua pihak. Ada hal yang perlu dibenahi.
“Kami sangat prihatin dengan terjadinya bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Banyak yang harus kehilangan sanak keluarga, teman, dan orang-orang yang mereka kasihi,” kata Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DKI Jakarta, Diana Dewi, dalam keterangan persnya, Rabu (3/12/2025).
Menurutnya, bencana yang terjadi di Sumatera dan beberapa daerah lainnya mengingatkan kita bahwa Indonesia adalah negara yang kuat, sekaligus rentan terhadap bencana. Indonesia berada di garis rawan yang tidak benar-benar sunyi.
“Di satu sisi kita punya ketahanan yang luar biasa, tapi di sisi lain kita hidup di wilayah dan momen yang sangat rentan terhadap perubahan iklim dan bencana alam,” tambahnya.

Bagi Diana Dewi, setiap kejadian (bencana) seharusnya menjadi alarm bagi pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat untuk melihat ulang arah pembangunan yang sedang kita dorong. Pertumbuhan ekonomi tidak boleh berjalan dengan cara yang memperbesar risiko (kerusakan) lingkungan di masa depan.
“Kita butuh strategi yang lebih terintegrasi. Bagaimana industri tumbuh tanpa merusak, bagaimana kota berkembang tanpa mengorbankan daya dukung alam, dan bagaimana setiap kebijakan ekonomi tetap memperhitungkan keberlanjutan jangka panjang,” jelas Founder Toko Daging Nusantara ini.
Lewat bencana, sambungnya, kita diingatkan untuk secara konsisten menjaga lingkungan.
Diana menegaskan, pertumbuhan ekonomi yang kuat tidak boleh berdiri diatas lingkungan yang rapuh. Karenanya, setiap keputusan, mulai dari pembangunan, industri, hingga pengelolaan sumber daya punya konsekuensi jangka panjang. “Jika tidak dikelola hati-hati dampaknya bisa kembali menghantam kita dalam bentuk bencana,” serunya.

Dikatakannya, refleksi seperti ini penting. Bukan untuk menyalahkan, tetapi untuk memastikan bahwa setiap langkah ke depan membawa Indonesia ke masa depan yang lebih aman, lebih tangguh, dan tetap layak dihuni untuk generasi berikutnya.
“Saya berdoa agar bencana bisa berlalu dari negeri kita. Serta masyarakat yang kehilangan sanak keluarga diberi ketabahan dalam melalui ujian ini,” tukasnya.
Menyelesaikan masalah bersama harus duduk bersama semua pihak. Dunia usaha perlu berinvestasi pada praktik yang berkelanjutan, pemerintah menyiapkan regulasi yang tegas namun realistis, masyarakat ikut menjaga keseharian yang lebih ramah lingkungan. “Kolaborasi adalah satu-satunya jalan yang memungkinkan kita bertahan,” imbuhnya.
Diana Dewi memastikan, Indonesia punya peluang besar untuk tumbuh, tapi pertumbuhannya harus sejalan dengan daya dukung alamnya.
“Membangun ekonomi yang kuat berarti memastikan tetap menjadi pondasi yang kokoh. Saatnya kita berbenah bersama. Masa depan tidak hanya lebih aman, tetapi juga lebih layak untuk generasi berikutnya,” pungkasnya. (RN)








































