Jakarta, innews.co.id – Penurunan cadangan devisa Indonesia pada Februari 2026 menjadi US$151,9 miliar dari sebelumnya US$154,6 miliar pada Januari 2026 (turun sekitar US$2,7 miliar), merupakan sinyal yang patut diwaspadai, terutama oleh para pengusaha.
“Terjadinya penurunan nilai cadangan devisa Indonesia tentu diakibatkan berbagai faktor, baik internal maupun eksternal,” kata Ketua Umum Kamar Dagang dan Indonesia (KADIN) DKI Jakarta, Diana Dewi, Minggu (8/3/2026).
Dijelaskan, faktor internal seperti menurunnya daya beli masyarakat, menurunnya tingkat produksi, defisit neraca perdagangan, pembayaran utang luar negeri, dan sebagainya.
Sementara eksternal, terjadinya konflik di Timur Tengah (perang terbuka antara AS dan sekutunya Israel dengan Iran), termasuk penutupan Selat Hormuz, fluktuasi pasar keuangan global, sentimen pasar negatif, dan lainnya.
Lebih jauh Diana Dewi mengatakan, kondisi demikian memunculkan kekhawatiran terkait pembayaran utang dalam mata uang asing (valas), yang tentu memiliki beban lebih tinggi, bahkan berpotensi meningkatkan risiko gagal bayar atau menggerus profitabilitas.
Juga mengakibatkan depresiasi terhadap cadangan devisa. Perlu dilakukan upaya-upaya untuk tidak memperdalam penyusutan nilai tukar rupiah.
Menyikapi kondisi demikian, lanjut CEO Suri Nusantara Jaya ini, para pengusaha perlu terus meningkatkan kewaspadaan dan berharap Bank Indonesia memastikan ketahanan devisa masih cukup tinggi untuk membiayai impor dan pembayaran utang luar negeri.
“Hal yang penting dilakukan, terutama oleh para importir antara lain, lebih aktif melakukan hedging atau lindung nilai untuk mengantisipasi fluktuasi nilai tukar rupiah, mengingat penurunan devisa dipicu oleh stabilisasi rupiah di tengah ketidakpastian global,” jelas Founder Toko Daging Nusantara ini.
Juga melakukan efisiensi biaya impor, optimasi ekspor, dan pengelolaan arus kas yang konservatif.
“Saya berharap para pengusaha semakin aware dan pemerintah melakukan langkah-langkah antisipasi agar kondisi bisa kembali normal,” tukasnya. (RN)













































