Ketua Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Mardani H Maming

Jakarta, innews.co.id – Penerapan teknologi dan penciptaan inovasi diyakini akan mendorong transformasi ekonomi nasional. Untuk itu, anak bangsa harus lebih serius dalam meneliti dan mengkaji hal tersebut.

Hal itu dikatakan Ketua Umum BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) Mardani H. Maming dalam Rakernas Hipmi XVII, Jumat (5/3/2021). “Salah satu upaya mendorong penciptaan teknologi dan inovasi dengan mempererat kerja sama kemitraan antara kampus dan lembaga penelitian sebagai inovator,” ujarnya.

Selain itu, upaya tersebut juga perlu didukung oleh lembaga pemerintah di bidang riset dan teknologi, dikembangkan dunia usaha, dan dibiayai oleh lembaga pembiayaan.

“Selama ini, tidak tercipta hubungan yang simbiosis mutualisme dari tempat bagian ini. Kampus dan lembaga penelitian seyogianya meningkatkan riset di bidang yang terkait dengan pengembangan sumber daya alam yang melimpah di Indonesia,” jelas Mardani.

Dia mengatakan, kalangan dunia usaha, utamanya para pengusaha muda, sebenarnya lebih terbuka dan adaptif terhadap teknologi baru. Sebab, penerapan teknologi baru juga dapat mengembangkan skala usahanya yang lambat laun akan mendorong transformasi ekonomi.

Di sisi lain, lembaga pembiayaan baik perbankan maupun non perbankan juga perlu meningkatkan perhatian pada kalangan pengusaha muda. Terutama pelaku usaha yang berbasis pada inovasi di bidang teknologi. Hal ini juga membutuhkan dukungan pemerintah melalui Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional beserta kementerian-kementerian terkait lainnya.

“Sekiranya lembaga-lembaga ini dapat terhubung dan bekerja sama baik, maka kita akan melihat bangkitnya perekonomian Indonesia yang lebih berdaya saing di masa depan. Hipmi siap berkontribusi positif untuk pengembangan kerja sama ini,” tukas Mardani.

Berdasarkan pengalaman Mardani, hanya dengan penerapan teknologi-lah ekonomi Indonesia dapat berdaya saing dan menjadi pemain utama perekonomian dunia.

Misalnya saja tambak udang, dengan penerapan teknologi dan inovasi, maka dapat meningkatkan produksinya berkali-kali lipat dengan kualitas yang jempolan. Kekayaan aspal buton juga dapat diolah menjadi aspal berkualitas dengan penerapan teknologi seperti yang dijalankan.

Batu bara yang berlimpah juga dapat diolah menjadi LPG dan sumber energi pembangkit listrik berbahan baku gas, bahkan dapat diubah menjadi metanol dan bahan baku pupuk. Smelter nikel juga mampu meningkatkan performa bangsa dari eksportir bijih (ore) nikel menjadi eksportir mobil listrik di masa depan.

Tidak itu saja, teknologi digital juga membuktikan mampu mendorong peningkatan intensitas produksi dan perdagangan global. Semua karena teknologi. Namun, sejauh ini sebagian besar masih dikuasai bangsa lain tanpa ada upaya dan pengembangan dari anak bangsa. (BY)