Jakarta, innews.co.id – Kritik dan masukan konstruktif menjadi bagian yang tak terpisahkan dari pelayanan kepada masyarakat yang lebih optimal. Hal tersebut sejalan dengan visi Presiden RI Prabowo Subianto yang berulang kali menekankan pentingnya optimalisasi pelayanan kepada masyarakat.
Dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana menegaskan, pihaknya tidak anti terhadap kritik yang membangun dan masukan konstruktif.
Bahkan dirinya mengapresiasi berbagai media sosial yang kerap menayangkan kekurangan dalam program nasional tersebut.
“Berita atau konten di media sosial terkait kekurangan dalam pelaksanaan MBG di lapangan justru menjadi masukan penting dan bahan evaluasi bagi BGN untuk melakukan perbaikan di tingkat pelaksana,” kata Dadan Hindayana, di Jakarta, hari ini.
Selain itu, itu menjadi teguran bagi SPPG yang tidak konsisten memberikan pelayanan terbaik bagi penerima MBG.
Sikap Kepala BGN ini menuai apresiasi dari Ketua Umum Seknas Indonesia Maju (IM) Monisyah. “Sejak awal BGN tidak alergi terhadap kritik. Mereka terbuka menerima masukan yang konstruktif, baik dalam hal menu, penyajian, dan sebagainya,” katanya.
Dikatakannya, MBG merupakan program baru, butuh penyesuaian di sana-sini. “Tidak mudah melaksanakan program nasional yang langsung bagus. Tentu ada kelemahan yang akan terus dievaluasi,” jelasnya.
Dia yakin, berbagai tayangan terkait kelemahan di tataran pelaksanaan akan membuat BGN semakin kuat dan optimal.
Lebih jauh Monisyah menegaskan, selama ini pihaknya melihat keseriusan BGN dalam melaksanakan program tersebut.
“Tugas BGN tidaklah mudah. Perlu pengontrolan menyeluruh dan melibatkan banyak pihak sehingga program prioritas pemerintah ini tidak tercoreng akibat kelalaian di tingkat pelaksana,” tegasnya.
Ibarat pepatah, karena nila setitik rusak susu sebelanga. Itu yang harus dihindari.
Monisyah meminta masyarakat tidak sekadar mengkritik, tapi juga memberi masukan konstruktif demi paripurnanya program MBG ini.
“Jangan asal mengkritik, apalagi sampai mencaci maki. Beri masukan kepada BGN sehingga kinerjanya semakin optimal,” pungkasnya. (RN)









































