Medan, innews.co.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mendorong terciptanya kolaborasi bersama organisasi keagamaan, termasuk gereja. Hal ini dipandang penting dalam memperkuat peran umat beragama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
“Sumatera Utara adalah rumah besar bagi berbagai suku, agama, dan budaya. Oleh karenanya, kita membutuhkan semangat kebersamaan dan kolaborasi, termasuk organisasi keagamaan seperti Gereja Sidang Rohu’lkudus Indonesia (GSRI), untuk terus menjaga kerukunan dan kedamaian,” kata Dr. Agustinus Panjaitan, Kepala Badan Pengembangan SDM Provinsi Sumut, mewakili Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution, saat membuka Kongres GSRI, di Adora Conventional Hall, Medan, Rabu (25/3/2026) lalu.
Dikatakannya, Pemprovsu terus mendorong terwujudnya visi: “Kolaborasi Sumut berkah menuju Sumatera Utara yang unggul, maju dan berkelanjutan”. Makna visi ini adalah pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, tetapi harus melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk gereja dan organisasi keagamaan.
“Saya mengajak seluruh peserta kongres untuk terus menanamkan nilai-nilai toleransi, kebersamaan dan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari,” serunya.
Pada kesempatan itu, Pdt Drs Ependi Bukit terpilih sebagai Ketua Umum GSRI periode 2026-2031.
Usai terpilih, Pdt Drs. Ependi Bangun berharap ke depan BPP yang terbentuk dapat bekerjasama untuk membesarkan GSRI. “Sumber daya manusianya juga akan ditingkatkan. Kalau selama ini ada kekurangan-kekurangan ini nanti menjadi tugas pengurus baru untuk menyelesaikan,” serunya.
Sementara itu, Ketua Persekutuan Gereja-gereja Pentakosta Indonesia (PGPI) Sumut-Aceh Pdt DR Samuel Ghozaly D menyampaikan hal penting yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin yakni, sehat (jasmani dan rohani), berintelektual, dan ‘ongkos’ untuk menopang operasional.
Kabid Bimas Kristen Kanwil Kementerian Agama Sumut Dr Arnot Napitupulu, yakin pertumbuhan rohani jemaat GSRI akan semakin baik. Salah satu kuncinya adalah kerukunan yang diyakini mampu mendatangkan berkat.
Tampil sebagai pembawa acara dalam Kongres GSRI kali ini adalah Dr. Rahel Sukatendel.
Ketua Panitia Pdt Ir Nenges Ginting melaporkan Kongres GSRI tahun ini diikuti 152 cabang dari seluruh Indonesia. Tujuan kongres untuk mengevaluasi kinerja organisasi, merumuskan AD/RT yang lebih baik, dan memilih Ketua Umum satu periode ke depan.
“Yang kita harapkan adalah membawa kemajuan organisasi GSRI kedepan,” jelas Pdt Nenges.
Adapun Susunan BPP GSRI Periode 2026-2031:
Ketua Umum: Pdt Drs. Ependi Bukit
Ketua I: Pdt Syamsudin Sembiring, SPd., MTh
Ketua II: Pdt Drs. Amos Purba (Ketua II)
Ketua III: Pdt Jusia Ginting, STh
Ketua IV: Pdt T Bangun
Sekretaris Umum: Pdt Ir. Nenges Ginting
Sekretaris I: Pdt Matius Ginting
Sekretaris II: Pdt Musa Sembiring
Sekretaris III: Pdt Posan Cibro, STh
Sekretaris IV: Pdt Leni Surbakti
Bendahara Umum: Pdt Drs Sada Ukur Sembiring, STh., MTh
Wakil Bendahara: Pdt Herman Ginting
Pembantu I: Pdt Lusius Peranginangin, ST., MT., MEng
Pembantu II: Pdt Samuel Sitepu
Pembantu III: Pdt Cristanop Sembiring
(RS/RN)










































