Jakarta, innews.co.id – Idul Fitri memiliki makna relevan bagi generasi muda. Selain untuk memperkuat keimanan kepada Allah SWT, juga menjadi motivasi besar untuk hidup lebih baik lagi.
“Idul Fitri merupakan awal perubahan untuk menjadi lebih baik lagi. Dengan membangun pikiran positif, optimisme, semangat kerja, dan berkomitmen dengan diri sendiri, disiplin, serta lebih fokus, tentu akan membentuk kehidupan yang lebih baik lagi,” kata Ketua Bidang Pertanian Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), M. Hadi Nainggolan, kepada innews, di Jakarta, Kamis (19/3/2026).
Baginya, bulan suci Ramadhan yang dijalankan oleh umat Muslim selama sebulan penuh telah mengajarkan banyak hal. Mulai dari melatih kesabaran, keimanan, dan kepekaan terhadap sesama.
“Bagi pengusaha, Ramadhan melatih pengusaha untuk lebih peka terhadap kehidupan sosial masyarakat. Juga lebih membesarkan kembali bisnisnya agar semakin banyak lagi bersedekah. Tangah diatas jauh lebih mulia,” ujar Founder PT Langit Ontrip Internasional ini.
Menurut Hadi, pengusaha sejati itu harus punya keyakinan dan spiritual yang bagus. “Itu menjadi modal utama seorang pengusaha, baik hubungan terhadap sesama manusia maupun kepada Tuhan.
Potensi besar
Lebih jauh Founder HANN Corp ini mengatakan, potensi orang muda untuk menjadi enterpreneur sangatlah besar. Salah satunya karena peluang di sejumlah sektor semakin terbuka. Selain itu, kemajuan teknologi mendorong generasi muda semakin dimudahkan untuk membangun usaha sedini mungkin.
Hadi yang dipercaya sebagai Ketua Satgas Pangan & MBG BPP HIPMI telah mendesain sejumlah program penting guna mendukung program Presiden Prabowo Subianto, antara lain: memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dalam rangka mendukung keberlanjutan swasembada pangan.

Selain itu, lanjutnya, mengkonkritkan hilirisasi pertanian di mana bisa melahirkan enterpreneur-enterpreneur baru dari kalangan generasi muda.
“Pelibatan generasi muda dalam swasembada pangan tidak hanya sekadar wacana, tapi sungguh-sungguh memberi ruang dan peran nyata kepada para pengusaha muda,” tegas Local President JCI (Junior Chamber International) Jakarta tahun 2016 ini.
Tak kalah pentingnya terkait program makan bergizi gratis (MBG), yang menurut Hadi, tidak boleh hanya terjebak pada siklus konsumtif. Melainkan harus nyata melahirkan pengusaha muda baru di berbagai daerah sebagai supplier bahan baku pangan dapur MBG. Ekosistem rantai pasok bahan baku pangan harus hidup dan nyata.
Kesemuanya, kata Hadi Nainggolan, membutuhkan fokus guna memperkuat kompetensi. Perluas kolaborasi dengan mitra-mitra strategis. Konsisten menjaga kualitas produk atau jasa usaha.
Dirinya yakin, generasi muda Indonesia akan jadi generasi yang hebat dan mampu menjadikan Indonesia menjadi negara maju. “Indonesia Emas 2045 bukan sesuatu yang mustahil. Kita harus optimis mencapainya dengan terus mendorong generasi muda untuk tumbuh dan berkembang,” pungkas CEO Daun Agro Group ini. (RN)












































