Resha Agriansyah, Pecinta Bola yang Membawa Indonesia Jadi Juara Dunia

Dr. Resha Agriansyah, SH., MH., merupakan pendiri sekaligus Manager RAP FC

Jakarta, innews.co.id – Dirinya menjadi sosok sentral dibalik keberhasilan tim Resha Agriansyah Partnership Football Club (RAP FC) Indonesia menjadi juara dunia pada Nation Cup 2023, turnamen sepakbola dunia khusus advokat dan notaris, di Saint Tropez, Perancis, 6-11 Juni 2023 lalu.

Sosok Dr. Resha Agriansyah, SH., MH., merupakan pendiri sekaligus Manager RAP FC. “Jujur saya baru setahun terakhir ini terlibat dalam sepak bola advokat. Pun baru tahu bahwa ada kejuaraan sepak bola tingkat Asia dan Dunia untuk para advokat dan notaris,” ungkap Resha yang akrab disapa Echa kepada innews, saat acara syukuran atas keberhasilan RAP FC menjadi juara dunia di Talaga Sampireun, Jakarta, Jumat (23/6/2023) malam.

Personil RAP Law Firm: Resha Agriansyah dan Muhammad Arfah Owner RAP Law Firm bersama tim

Echa mengaku, baru setahun membentuk RAP FC. Keterpanggilannya untuk terjun dalam pesepakbolaan advokat tak lain bentuk kecintaannya pada dunia sepakbola. “Dari dulu saya memang pecinta bola. Awal-awal saya suka dengan klub Italia AC Milan, kebetulan di era 80-an, Seri A Liga Italia lagi begitu bersinar,” kisahnya.

Namun seiring waktu, dirinya juga mengidolakan Tim Liga Inggris Manchester City yang baru-baru ini meraih Treble Winner (Juara Premier League, FA Cup, dan Liga Champions).

Kecintaannya akan sepak bola pulalah yang mendorong dirinya ‘nekat’ mendirikan RAP FC. “Saya mungkin tidak bisa main bola secara aktif lagi di lapangan, tapi dengan membentuk RAP FC, saya bisa tetap menyalurkan hobi dan kecintaan terhadap sepak bola di Indonesia. Bahkan, mendorong para pemain sepak bola Indonesia (khususnya advokat) untuk berprestasi, seperti yang terjadi pada Nation Cup 2023 ini,” terangnya.

Tim RAP FC bersama Resha Agriansyah dam para advokat senior serta para sponsor

Dirinya mengaku bangga dan terharu dengan prestasi yang diraih RAP FC. “Sangat membanggakan sekali. Pelatih dan para pemain sudah tampak begitu bersemangat sejak memulai latihan persiapan Nation Cup pada Maret 2023 lalu. Begitu juga saat awal-awal pertandingan di fase group, saya lihat para pemain sudah cepat beradaptasi dengan iklim setempat. Begitu lolos 16 besar, lalu 8 besar dan semifinal, muncul harapan besar untuk jadi juara dunia. Sempat deg-degan juga ketika kami menang di semifinal lewat adu penalti,” tuturnya.

Baginya, perjuangan RAP FC tuntas dengan mengandaskan klub kuat asal Portugal, Delegacao De Barcelos Da Ordem Das Advogados di final, dengan skor 3-2, Minggu (11/6/2023). Tak ayal, medali dan piala dunia berhasil diboyong RAP FC ke Indonesia.

Bagi Echa, keberhasilan RAP FC menjadi juara dunia adalah kesuksesan Indonesia. “Kita membuktikan bahwa Indonesia mampu berprestasi di level dunia. Bahkan mampu mengalahkan tim-tim favorit, baik dari Eropa, Amerika, maupun Asia. Ini menjadi tonggak sejarah penting bagi Indonesia yang ternyata mampu menjadi juara dunia sepak bola dunia,” serunya.

Selepas Nation Cup 2023, RAP FC akan melakukan evaluasi dan melihat proyeksi ke depan. Paling dekat Piala Asia yang rencananya akan diadakan di Kamboja, pada Januari 2024, disusul Nation Cup 2024 di Doha, Qatar, disamping ada turnamen-turnamen dalam negeri.

Kegembiraan tim RAP FC dengan Piala Dunia yang diraih dengan perjuangan yang gigih

Echa secara khusus mengajak rekan-rekan seprofesi untuk memberi perhatian lebih pada dunia olahraga, khususnya bagi advokat. Ternyata, advokat pun bisa menorehkan tinta emas pada prestasi olahraga Indonesia di tingkat dunia.

“Saya mengajak rekan-rekan advokat untuk bersama-sama mendukung kegiatan olahraga, terkhusus bagi kalangan advokat. Selain itu, kita juga harus sering-sering mensosialisasikan bahwa ada event-event olahraga, baik di Asia maupun Dunia yang bisa diikuti oleh para advokat. Mungkin selama ini juga teman-teman lawyers, baik senior maupun junior kekurangan informasi sehingga terkesan kurang aktif mendukung. Mungkin kalau tahu agenda olahraganya, rekan-rekan bisa saling mendukung,” harapnya.

Dirinya yakin, tak hanya piawai menangani perkara, para lawyers juga mampu berprestasi dalam bidang olahraga.

Lebih jauh, Echa mendukung lahirnya klub-klub sepak bola advokat di Tanah Air. “Justru itu baik sekali, sekaligus sebagai ajang mencari bibit-bibit unggul. Karena kalau tampil di dunia internasional, tentu yang kita bawa itu nama Indonesia, bukan hanya klub saja. Jadi, dengan banyaknya klub sepak bola ditambah dengan turnamen yang rutin, maka bisa lahir pemain-pemain sepak bola yang berbakat dan hebat. Itu nanti akan kita santukan untuk membawa nama Indonesia di ajang internasional,” pungkasnya. (RN)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan