Sri Rahayu Soegeng, SH., Ketua Pengurus Wilayah (Pengwil) IPPAT Kepulauan Riau

Jakarta, innews.co.id – Kesepakatan damai antara para pihak yang terlibat dalam konflik Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT), menjadi langkah awal yang baik. Tentunya, semua demi kepentingan anggota.

Hal tersebut dikatakan Sri Rahayu Soegeng, SH., Ketua Pengurus Wilayah (Pengwil) IPPAT Kepulauan Riau dalam pesan elektroniknya kepada innews, Kamis (7/1/2021). “Menurut saya, ini awal yang baik demi kepentingan organisasi yang lebih besar,” ujar Sri Rahayu.

Seruan perdamaian IPPAT

Terkait salah satu poin kesepakatan yakni menyelenggarakan Kongres Lanjutan atau Kongres Luar Biasa (KLB), Sri Rahayu menegaskan, “Demi kekompakan organisasi, kami siap untuk (mendukung) KLB, sama seperti Pengwil-Pengwil lainnya”.

Dia berharap, semua Pengwil juga bersikap sama dan mengamini bahwa perdamaian adalah keniscayaan yang harus didukung guna tercapainya pimpinan PP IPPAT yang legitimated dan organisasi yang solid.

Meski demikian, Sri Rahayu mengatakan, “Yang perlu dipikirkan sehubungan masih dalam suasana pandemi Covid-19, bagaimana cara pelaksanaannya agar benar-benar memperhatikan protokol kesehatan”.

Sri Rahayu menekankan, kiranya perdamaian, pun hasil KLB nantinya dapat diterima oleh semua anggota sebagai keputusan yang bijaksana. “Kiranya semua pihak dapat menerima dengan kelapangan hati. Begitu juga para pihak. Semoga dapat ditindaklanjuti penyelesaiannya,” tukasnya. (RN)