Jakarta, innews.co.id – Ketahanan pangan dan pembinaan generasi muda menjadi visi yang diemban Budi Djiwandono, Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra.
“Banyak alokasi anggaran tidak produktif. Ini yang mau diselamatkan, dan dialokasikan ke sektor-sektor produktif, salah satunya pangan,” kata Budi Djiwandono, di Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Tak hanya itu, perhatiannya juga tercurah pada pembinaan generasi muda. “Generasi muda berperan penting dan menjadi kunci ketahanan pangan,” ujarnya.
Dia menilai, tugas pemerintah itu salah satunya memberikan ruang bagi anak-anak muda yang mau menggunakan otak dan pikirannya untuk memajukan dunia pertanian di Indonesia.
Visi ini sejalan dengan proyeksi bonus demografi 2045, di mana 70% penduduk Indonesia akan berada di usia produktif.
Tak hanya bicara, Budi mewujudkan visinya itu melalui sektor olahraga, di mana dirinya terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PP Perbasi periode 2024-2028, pada Oktober 2024 lalu.
Dirinya berkerinduan menjadikan basket bukan sekadar olahraga, tetapi industri yang menciptakan lapangan kerja dan melahirkan atlet berprestasi menuju Indonesia Emas 2045.
Muda bertalenta
Banyak pihak menilai, Budi Djiwandono sebagai representasi sempurna pemimpin generasi baru Indonesia.
Keponakan Presiden Prabowo Subianto ini bukan sekadar politisi biasa, ia adalah perpaduan ideal antara intelektualitas global, visi strategis jangka panjang, dan komitmen nyata untuk membangun bangsa dari berbagai lini.
Pria berpostur tinggi kelahiran Jakarta, 25 September 1981 ini adalah putra dari Sudrajad Djiwandono, Gubernur Bank Indonesia periode 1993-1998 dan Biantiningsih Miderawati Djojohadikusumo.
Usai menamatkan pendidikan di SMP Pelita Harapan, Budi melanjutkan studi di Berkshire School, Amerika Serikat. Gelar sarjana di bidang Government & International Relations diraih dari Clark University, Amerika Serikat.
Ilmu pemerintahan dan hubungan internasional tersebut menjadi bekalnya masuk dunia politik. Ia tidak hanya memahami Indonesia dari dalam, tetapi juga melihatnya dari perspektif global, sebuah kemampuan yang sangat dibutuhkan di era interconnected seperti sekarang.
Kiprah politik
Terjun ke dunia politik dimulainya dari akar rumput, melalui Tidar–sayap Partai Gerindra, pada 2008-2016.
Budi sempat menjadi calon legislatif, pada Pemilu 2014, namun gagal. Meski begitu, melalui mekanisme pergantian antar-waktu (PAW), dirinya masuk Senayan, 2017 silam.
Pada Pemilu 2019, dirinya sukses meraup 71.207 suara dan melenggang ke Senayan. Di Pemilu 2024, dari daerah pemilihan Kalimantan Timur, dia mampu meraih 131.569 suara, bukti kepercayaan rakyat semakin besar.
Kini, sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR RI yang membidangi pertahanan, hubungan luar negeri, komunikasi, dan intelijen, Budi menduduki posisi strategis dalam menentukan arah kebijakan nasional.
Tak hanya itu, di Partai Gerindra, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Umum dan sempat dipercaya sebagai Komandan Tim Komunikasi TKN Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024. Pada Juli 2024, ia ditunjuk sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Kalimantan Timur.
Kompeten dan komplit
Usai menjadi mualaf di bawah bimbingan Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar, Budi menikahi Ludmilla FS, sahabatnya selama 25 tahun, yang ternyata cinta pertamanya sejak 1996, pada 29 Desember 2023.
Diyakini, Budi Djiwandono adalah sosok pemimpin yang dibutuhkan Indonesia menuju 2045. Dengan pendidikan internasional, pengalaman lintas sektor, visi strategis untuk ketahanan pangan dan pemberdayaan pemuda, serta komitmen nyata dalam pengembangan olahraga sebagai industri, ia akan mampu menjembatani kesenjangan generasi dengan sempurna.
Dirinya sempat diwacanakan masuk dalam kabinet Prabowo-Gibran. Hal tersebut merupakan pengakuan akan kepiawaiannya.
Dengan tingkat literasi digital Indonesia yang masih 62%, jauh di bawah Korea (97%), kehadiran pemimpin muda seperti Budi yang memahami teknologi dan generasi milenial menjadi keniscayaan.
Budi telah melakukan aksi nyata membangun bangsa dari berbagai dimensi, tidak hanya bicara. (RN)












































