Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT KIM Adler Manarissan Siahaan dalam acara Tenant Gathering di Podomoro City, Medan, Jum'at (15/1/2021)

Medan, innews.co.id – Optimalisasi pelayanan menjadi sesuatu yang dilakukan PT Kawasan Industri Medan (Persero), salah satu BUMN di Sumatera Utara, di masa pandemi ini. Berbagai hal akan dilakukan guna menggerakkan perekonomian. Di antaranya, pembuatan jalur kereta api, pembangunan industri pengolahan limbah, serta peningkatan pelayanan air bersih serta penanganan banjir.

“PT KIM komitmen untuk memperkuat pelayanan, sekaligus menjadi daerah tujuan investasi yang menarik bagi investor sesuai dengan aspirasi Presiden dan Menteri BUMN dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional,” ujar Raymond Aditya Depari selaku perwakilan Millenial KIM dalam rilisnya kepada innews, Sabtu (16/1/2021).

Berbagai program PT KIM disampaikan langsung pada gelaran ‘Tenant Gathering Mitra Industri PT KIM 2021’ yang diadakan di Marketing Gallery Podomoro City, Medan, Jum’at (15/1/2021). Podomoro City Deli Medan merupakan superblok sebesar 5.2 hektar di pusat Kota Medan.

Pada kesempatan itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT KIM Adler Manarissan Siahaan menegaskan, PT KIM dengan tagline yang baru “Moving the Industry Forward”, siap mengoptimalisasikan layanan kepada para tenant mitra industrinya.

Jajaran Komisaris dan Direksi PT Kawasan Industri Medan dalam acara ‘Tenant Gathering’ di Podomoro City Deli, Medan, Jum’at (15/1/2021)

Dalam rilisnya disampaikan, rencana menghubungkan lokasi dryport PT KIM menuju Pelabuhan Belawan melalui jalur Kereta Api dalam kawasan yang akan dibangun sepanjang 4.266 meter. “Hadirnya angkutan kereta api, baik untuk melayani penumpang maupun barang akan menambah kelengkapan infrastruktur KIM dan juga akan berdampak terhadap penghematan biaya, efisiensi waktu, dan kepastian terhadap transportasi angkutan barang yang aman untuk sampai ke pelabuhan. Hal ini tentu akan berdampak pada peningkatan ekonomi Sumatera Utara maupun ekonomi nasional,” kata Adler Siahaan.

Selain itu, lanjutnya, saat ini tengah dibangun industri pengelolaan limbah B3 di KIM, dimana fasilitas ini direncanakan memiliki unit pengolahan terpadu, berupa Incinerator, IPAL B3, Tempat Pengumpulan dan Pemanfaatan Limbah B3 termasuk medical waste (Limbah Medis) yang berasal dari berbagai rumah sakit di Sumatera Utara, Spent Bleaching Earth Extraction, Distilasi Minyak Pelumas Bekas, hingga Laboratorium Lingkungan. “Selain mengelola limbah dan sampah di KIM, kehadiran industri pengelolaan limbah B3 ini juga akan berdampak untuk meminimalisir tingkat pencemaran industri di Sumatera Utara, khususnya di KIM yang akan menjadi daerah tujuan investasi yang menarik bagi investor,” tambah Mini Herawati Manager Corporate Secretary PT KIM.

Suasana ‘Tenant Gathering’ PT KIM tetap dengan protokol kesehatan

Tak hanya itu, peningkatan pelayanan kebutuhan air bersih bagi para tenant juga akan terus ditingkatkan guna mencapai target sebanyak 3.690.619 meter kubik. Terkait masalah banjir yang kerap terjadi di KIM, salah satu BUMN unggulan ini terus melakukan pembenahan dengan cara bergotong royong dengan masyarakat sekitar dibantu pemerintah setempat. “Penanganan banjir masuk dalam program re-masterplan PT KIM untuk mencegah banjir secara holistik,” jelas Raymond Depari.

Adler Siahaan menambahkan, acara tenant gathering diagendakan akan dilaksanakan setiap tahun secara berkala dan berkelanjutan sebagai wujud apresiasi terhadap tenant dan media bagi PT KIM. Selain itu, untuk mengevaluasi serta meningkatkan engagement dalam rangka meningkatkan pelayanan dan bergerak terus maju, bergerak menjadi pelaku industri terdepan. (RN)