Duta Besar (Dubes) Pakistan untuk Indonesia Muhammad Hasan hadiri Peresmian Istana Al Barkat dan Al Barkat Creative Media milik Atta UL Karim yang akrab disapa Sultan Karpet ini di Jalan RS Fatmawati Raya No. 28 AA, RT.1/RW.5, Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan

Jakarta, innews.co.id – Peresmian Istana Al Barkat dan Al Barkat Creative Media milik Atta UL Karim yang akrab disapa Sultan Karpet ini di Jalan RS Fatmawati Raya No. 28 AA, RT.1/RW.5, Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, dihadiri oleh Duta Besar (Dubes) Pakistan untuk Indonesia Muhammad Hasan.

“Saya sangat bangga akan sosok Atta Ul Karim sebagai anak muda yang mempunyai banyak ide kreatif dalam mempererat hubungan Pakistan dan Indonesia, bukan hanya memikirkan bisnis semata,” kata Dubes Pakistan, dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu (9/11/2022).

Dirinya berharap kedepan bisa terus menjalin silahturahmi dan kolaborasi bersama dalam rangka mempersatukan dan mempromosikan budaya Indonesia dan Pakistan. “Atta dan Al Barkat sudah menjadi bagian dari kami. Kapanpun ada keperluan, 24 jam bisa hubungi saya,” tuturnya.

Sementara itu Atta UL Karim dalam sambutannya sangat berterimakasih kepada seluruh masyarakat Indonesia yang selama ini telah banyak mendukung dan memberikan semangat positif kepada dirinya, sehingga bisa membangun bisnis dan bersilahturahmi dengan banyak orang.

“Silahturahmi dan kolaborasi yang dijalankan dengan tulus dan ikhlas adalah sebuah cara yang baik dalam menuju pencapaian terbesar kita,” ujarnya.

Begitupun dengan peresmian Istana Al Barkat, menurut Atta, wadah ini dibuat untuk ajang kita bersilahturahmi serta berkolaborasi dalam segala hal.

Dia menerangkan, Istana Al Barkat hanya ada di bilangan Fatmawati, Jakarta Selatan. Sementara untuk Toko Al Barkat ada 23 cabang di 16 kota. Selain itu juga tersedia tempat kumpul-kumpul, ada tempat foto khas Timur Tengahnya “Istana Al Barkat di Lantai 2, tersedia siapa saja boleh datang gratis. Sedang di lantai dasarnya adalah toko karpet Al Barkat,” imbuhnya

Istana Al-Barkat merupakan tempat baru yang bisa digunakan sebagai tempat berkumpul dan edukasi karena di dalamnya terdapat beberapa pengetahuan tentang dunia karpet dari Timur Tengah.

Atta Ul Karim sebagai penggagas tempat ini menambahkan, “Tempat ini bagi siapa saja yang ingin datang dan berkumpul. Datang ke sini bisa sekalian untuk belajar tentang sejarah (karpet) dan merasakan nuansa Timur Tengah”.

Tempat ini juga, sambung Atta, sangat cocok untuk berfoto-foto. “Cocok bagi mereka yang suka berfoto-foto,” pungkas Atta. (RN)