Carmelita Hartoto Ketua Umum Indonesian National Shipowner's Association (INSA) saat dihubungi innews, Sabtu (14/3/2020).

Jakarta, innews.co.id – Pelaut dan pekerja pelabuhan memiliki peran penting dan selalu bergerak dalam memastikan kelancaran arus barang dan ketersediaan logistik di seluruh pulau Indonesia. Karena itu para pelaut dan pekerja di pelabuhan menjadi salah satu prioritas kelompok masyarakat penerima vaksin Covid-19.

Secara khusus hal tersebut disampaikan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Carmelita Hartoto dalam siaran persnya, Minggu (14/2/2021).

“Pelaut dan pekerja pelabuhan adalah garda terdepan dalam distribusi logistik. Peran mereka juga tidak kalah dengan dokter dan perawat. Makanya kita harus pastikan pelaut dan pekerja pelabuhan juga menjadi prioritas penerima vaksinasi lebih dulu,” kata Carmelita.

Namun di sisi lain, para pelaut dan para pekerja pelabuhan merupakan kelompok yang rentan terhadap risiko terpapar Covid-19, apalagi kegiatan distribusi barang juga tidak boleh berhenti dan harus terus berjalan selama 24 jam setiap hari.

Untuk itu, sambungnya, pelaut dan pekerja pelabuhan diharapkan masuk dalam prioritas kelompok penerima vaksin.

Lebih jauh Carmelita menambahkan, operator kapal dan pelaut nasional berkomitmen untuk menjalankan pedoman antisipasi penyebaran virus Covid-19 di laut. Hal ini seperti tertuang dalam No SE 11 tahun 2020 tentang Pedoman Rancangan Tindakan atau contigency plan bagi pelaut dan operator kapal akibat Covid-19.

“Kami juga mengimbau, meski nanti pelaut dan pekerja pelabuhan kita sudah divaksin, tapi harus tetap patuh dan disiplin menerapkan protokol kesehatan,” lanjutnya.

Dia menjelaskan, negara tetangga Singapura telah mulai melakukan vaksinasi bagi para pekerja maritim dan penerbangan mereka pada pertengahan Januari lalu. Sebanyak 37 ribu pekerja dari kedua sektor itu akan menerima vaksinasi massal.

Vaksinasi terhadap pekerja maritim dan penerbangan di sana untuk melindungi mereka dari sebaran virus Covid-19, dan untuk memulihkan ekonomi Singapura yang merupakan pusat penerbangan dan pelabuhan dunia.

Seperti diketahui, total sasaran vaksinasi di Indonesia mencapai 181 juta lebih orang. Sementara untuk sasaran vaksin tenaga kesehatan mencapai 1.468.764 tenaga kesehatan. (RN)