Jakarta, innews.co.id – Visibilitas produk di media sosial ditengah kemajuan zaman menjadi tantangan besar bagi pelaku UMKM masa kini.
Guna mendukung UMKM naik kelas, Forum CSR DKI Jakarta bersama Inotek dan Bank Jakarta menggelar pelatihan intensif bagi para pelaku usaha lokal dengan tema “Workshop Optimalisasi Konten Digital UMKM: Konten Kuat, UMKM Melesat”.
Kegiatan ini fokus pada pemberian literasi visual dan strategi komunikasi kreatif. Mengingat tantangan utama UMKM saat ini adalah visibilitas produk di media sosial, workshop ini memberikan panduan praktis dari para ahli di bidang teknologi dan perbankan guna meningkatkan standar promosi produk lokal.

“Memastikan UMKM naik kelas menjadi tanggung jawab bersama. Karenanya, kolaborasi ini bertujuan untuk mentransformasi pelaku UMKM agar lebih lincah dalam memanfaatkan platform digital sebagai mesin pertumbuhan bisnis,” kata Ketua Umum Forum CSR DKI Jakarta, Aldi Imam Wibowo, dalam siaran persnya, di Jakarta, Rabu (24/12/2025).
Aldi menilai penting kolaborasi seperti ini. “Kita tidak bisa berjalan sendiri. Kehadiran Bank Jakarta memberikan jembatan dukungan finansial, sementara Inotek memberikan fondasi inovasi teknologi. Forum CSR DKI Jakarta hadir untuk menyatukan kekuatan ini demi memastikan UMKM kita memiliki konten yang ‘kuat’ dan mampu melesat di pasar yang lebih luas dan kompetitif,” ujarnya.
Sementara itu, Perwakilan Bank Jakarta menyatakan bahwa dukungan ini merupakan bentuk nyata keberpihakan perbankan terhadap sektor riil.
“Bank Jakarta berkomitmen untuk terus mendampingi UMKM, tidak hanya dari sisi permodalan, tetapi juga pengembangan kapasitas sumber daya manusia melalui literasi digital,” imbuhnya.
Melalui kemitraan dengan Inotek, workshop ini juga memperkenalkan berbagai alat digital sederhana yang dapat dioperasikan oleh pelaku usaha secara mandiri. Inisiatif ini diharapkan mampu menciptakan efek domino bagi peningkatan kesejahteraan keluarga dan pembukaan lapangan kerja baru di wilayah DKI Jakarta.
Aldi berharap para pelaku UMKM bisa memanfaatkan momentum ini untuk bisa meningkatkan kapasitas dan ‘mempercantik’ produknya sehingga bisa meluaskan pasarannya hingga menembus pasar global. (RN)









































