Pengamat Minta Erick Thohir Tindak Tegas Dugaan Modus Perpanjang Jangkauan Korupsi di BUMN

Launching logo baru Holding BUMN Farmasi di Jakarta, beberapa waktu lalu

Jakarta, innews.co.id – Santer beredar rumor Direktur Utama PT Farmalab Indoutama Arie Genapi Suhendi bakal dipromosikan menjadi Dirut di PT Indo Global Medika (induk usaha Farmalab), anak perusahaan PT Bio Farma induk Holding BUMN Farmasi.

Padahal, saat ini Arie Genapi tengah dilaporkan ke polisi oleh Adhyatama Dirut PT Joy Indo Medika karena diduga melakukan penipuan dan atau penggelapan pembayaran alat-alat kesehatan yang dipesan PT Farmalab senilai Rp390 juta.

Kabarnya lagi, ada peran besar Dirut Holding BUMN Kesehatan dibalik promosi Arie Genapi. Diduga ini lantaran ada kedekatan di antara keduanya. Pasalnya, sebelum menjadi Dirut Farmalab, Arie Genapi pernah menjadi Corporate Secretary di PT Indofarma.

“Aneh, kok bisa orang yang tengah menghadapi perkara hukum mau dipromosikan naik jabatan. Ada apa dengan yang bersangkutan? Patut diduga ada kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN),” sebut Peneliti Kebijakan Publik Rizal Mahendra, ketika dihubungi, Selasa (14/3/2023).

Rizal menduga ada modus baru untuk melakukan korupsi tersembunyi melalui proses pengangkatan Direksi, baik anak dan cucu perusahaan BUMN. “Pengangkatan direksi berdasarkan like or dislike berpotensi melahirkan gurita korupsi, di mana nantinya Direksi Holding diduga bisa mengatur proses-proses lelang pengadaan barang dan jasa melalui kroni yang sudah dijadikan Direksi di anak dan cucu perusahaan holdingnya,” ujarnya.

Dikhawatirkan, kata Rizal, ada upaya membangun rantai korupsi di lingkup BUMN, mulai dari induk hingga cucu perusahaan. “Ini nampak dengan asal menempatkan orang, sepanjang bisa bekerja sama melakukan persengkongkolan jahat. Jadi, direksi di induk mengangkat orang-orang yang bisa bekerja sama meraup cuan, meski dari sisi kemampuan tidak ada. Cara ini diduga dilakukan oleh induk hingga cucu BUMN,” tukasnya.

Dia dengan tegas meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk turun tangan memeriksa Holding BUMN Farmasi dari induk hingga cucunya dengan mencocokkan LHKPN sesuai fakta berapa harta pimpinan direksi holding farmasi yang sebenarnya. Tidak menutup kemungkinan modus penyimpanan hartanya mirip dengan Rafael Alun.

Untuk itu, Rizal mendorong Menteri BUMN Erick Thohir untuk ekstra mengecek keberadaan masing-masing BUMN, mulai dari induk hingga cucu perusahaan. “Jangan nanti program bersih-bersih BUMN yang dicanangkan oleh Menteri BUMN akan dinodai oleh oknum-oknum yang memang punya niatan jahat, menguras APBN melalui BUMN,” tegasnya mengingatkan.

Di sisi lain, Pengamat BUMN dari Universitas Indonesia Toto Pranoto mendukung komitmen Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir untuk program Bersih-Bersih BUMN.

Sejauh ini, kata Toto, kebijakan bersih-bersih BUMN ala Erick Thohir berhasil menekan tindak pidana korupsi di tubuh perusahaan pelat merah. Tapi harus dikawal terus, jangan sampai kecolongan.

Sementara itu, Deputi Bidang Hukum dan Perundang-undangan Kementerian BUMN Carlo Brix Tewu menegaskan, Kementerian BUMN tidak memberikan toleransi terhadap pengelolaan BUMN yang tidak sesuai dengan prinsip Good Corporate Governance (GCG). “Kami tidak toleransi. Kalau ada yang bermasalah akan kita usut tuntas dan telusuri kasusnya,” seru Carlo.

Seperti laporan polisi terhadap Dirut Farmalab, Carlo mendukung Polda Metro Jaya untuk menangani kasus tersebut sampai tuntas. (RN)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan