Perseteruan Edy dan Bobby, RE Nainggolan: “Kalau Berpolemik Terus, Masyarakat yang Akan Dirugikan”

Ketua Umum Nusantara untuk Jokowi (N4J) RE Nainggolan

Medan, innews.co.id – Tokoh masyarakat Sumatera Utara Dr. R.E. Nainggolan, MM., angkat bicara terkait perseteruan yang terjadi antara Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dengan Wali Kota Medan Bobby Nasution yang akhir-akhir ini ramai di publik.

“Polemik antara Gubsu Edy Rahmayadi dan Wali Kota Medan, Bobby Nasution adalah hal biasa, layaknya terjadi di dalam keluarga, antara bapak dengan anak, atau abang dengan adik,” kata Nainggolan bijak, dalam keterangannya kepada innews, Jumat (7/5/2021).

Menurutnya, di dalam keluarga, seorang bapak dan anak berbeda pendapat tentang hal tertentu, bukan berarti mereka tidak satu keluarga lagi kan? Itu lebih karena sudut pandang dan tanggung jawab mereka masing-masing terhadap tugas-tugasnya dalam pemerintahan.

Bupati Tapanuli Utara periode 1999-2004 ini menjelaskan, tiap kepala daerah kan punya kewenangan dan tanggung jawab masing-masing, dan di titik tertentu butuh koordinasi ketika garis kewenangan itu saling bersentuhan, beririsan.

“Masing-masing benar, dengan concern dan kepentingan masing-masing. Sudah ada jalur koordinasinya,” tambahnya.

Sayangnya, di era media sosial sekarang ini, hal yang sebenarnya lumrah terjadi jadi terkesan sangat panas dan gaduh. Karena dengan mudahnya, hal tersebut menjadi konsumsi publik. “Kadang-kadang di sebuah rapat ada yang merekam dan mengunggah, kemudian menjadi viral. Padahal sesungguhnya itu untuk konsumsi internal. Kadang ada juga wartawan yang bertanya secara doorstop, dijawab, kemudian berkembang liar menjadi sesuatu yang panas dari komentar berbagai pihak,” urai Sekdaprovsu periode 2008-2010 ini.

Untuk itu, Nainggolan mengimbau semua tokoh Sumut di berbagai bidang untuk tidak ikut memanas-manasi situasi, dengan memberi komentar memojokkan satu pihak dan seolah membenarkan pihak lain.

Diingatkan pula, saat ini kita masih berlomba dengan waktu menangani pandemi yang belum juga menunjukkan tanda-tanda kapan akan berakhir. “Pemerintah di semua tingkatan jangan sampai kehilangan fokus. Salah satu legacy terbaik yang bisa ditinggalkan para pemimpin saat ini adalah membawa keluar negara ini dari pandemi,” tukasnya.

Menurutnya, segala keriuhan, apalagi sampai berbalas tuduhan di antara para pemimpin dan tokoh masyarakat, hanya akan menjauhkan kita dari tujuan-tujuan awal kita yang baik. “Bila Bapak dan Anak ini malah terjebak makin jauh ke dalam polemik, yang rugi seluruh warga Medan dan Sumatera Utara pada umumnya,” tandasnya.

Dirinya yakin, kedua belah pihak bisa mengatasinya. “Mereka figur berkualitas yang sama-sama memperoleh kepercayaan rakyat,” pungkasnya. (RN)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan