Jakarta, innews.co.id – Baru berjalan hampir satu tahun, program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau 51 juta anak di seluruh Indonesia.
“Kita patut mengapresiasi kinerja Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai pihak yang menjalankan program MBG. Mereka bekerja keras menjalankan program Presiden Prabowo Subianto,” kata Ketua Umum Seknas Indonesia Maju, Monisyah, dalam keterangan persnya di Jakarta, Senin (19/1/2026).
Dan, capaiannya luar biasa, di mana telah menjangkau 51 juta anak Indonesia. Ini merupakan upaya konkrit guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak usia dini.
Seperti diketahui, Presiden Prabowo menargetkan program MBG bisa menjangkau 82,9 juta jiwa pada tahun 2026.
“Saya yakin, di bawah kepemimpinan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Prof. Dadan Hindayana, target tersebut akan bisa tercapai,” ujar Monisyah, yang juga dikenal sebagai aktifis dan pernah menjadi Ketua Seknas Jokowi, pada Pilpres 2014 dan 2019 lalu.
Menurutnya, meski ada kelemahan dalam implementasinya, namun bukan berarti program MBG dikatakan tidak berhasil. “Kelemahan yang ada tentu akan terus dibenahi sehingga pelayanan yang diberikan akan semakin profesional,” tukasnya.
Sejauh ini, BGN telah mengambil tindakan tegas dan terukur terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak profesional dan tidak mematuhi standar operasional yang telah ditetapkan.
Dirinya mengajak semua pihak untuk mendukung program ini. “Bila ada kekurangan di lapangan, silahkan langsung dilaporkan ke pihak-pihak terkait, bukan malah menjelek-jelekkan di media sosial,” sarannya.
Monisyah menegaskan, tidak hanya bertujuan memperbaiki gizi masyarakat, tapi program tersebut juga mendukung mata rantai perekonomian nasional dan membuka lapangan kerja.
“Kini, BGN terus mengupayakan pemerataan program ke seluruh daerah, sehingga perbaikan gizi bisa dilakukan lebih menyeluruh lagi,” pungkasnya. (RN)











































