Jakarta, innews.co.id – Ditengah tekanan ekonomi global, Indonesia masuk dalam kategori Economy Bright Spot (titik terang perekonomian), yang disematkan lembaga keuangan internasional.
“Alhamdulillah, ekonomi Indonesia masuk kategori bright spot. Artinya, ada pondasi yang cukup kuat untuk tetap bergerak selama kita disiplin memperkuat usaha dan beradaptasi dengan perubahan,” kata Ketua Umum Kamar Dagang dam Industri (KADIN) DKI Jakarta, Diana Dewi, dalam keterangannya, di Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Dijelaskan, istilah economy bright spot banyak digunakan dalam laporan dan pemberitaan ekonomi global, seperti proyeksi IMF dan analisis lembaga keuangan dunia, untuk menggambarkan negara yang dinilai relatif stabil ditengah pelambatan dunia.
“Bagi pelaku usaha, istilah ini bukan sekadar label optimisme, tapi juga menjadi pengingat bahwa daya tahan ekonomi harus dijaga dengan kerja nyata, memperkuat pondasi usaha, cermat membaca perubahan, dan terus beradaptasi,” urai Founder Toko Daging Nusantara ini.
Sebagai bagian dari ekonomi global, Indonesia tentu tidak sepenuhnya lepas dari pengaruh eksternal. Namun, di saat yang sama, Indonesia memiliki pondasi domestik yang terus diperkuat, mulai dari konsumsi dalam negeri, sektor UMKM, hingga transformasi ekonomi yang berjalan bertahap.
Dalam konteks Jakarta, sambung Bendahara MUI ini, tantangan selalu datang bersamaan dengan peluang. “Yang membedakan adalah kesiapan kita dalam menyikapinya, bersama-sama dengan langkah yang terukur dan berkelanjutan,” jelasnya.
Lebih lagi, pelaku usaha di Jakarta terbiasa bergerak ditengah tekanan. Diana Dewi berharap, label ini kian menyemangati pelaku usaha untuk berbisnis lebih serius lagi dalam memperkuat perekonomian nasional. (RN)












































