Resmi Digunakan, PERADI Tower Dari dan Untuk Anggota

Prof Otto Hasibuan didampingi Ketua Mahkamah Agung (MA) Prof Syarifuddin, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pomolango, Wakil Ketua MPR Asrul Sani, Kabaharkam Polri Komjen Mohammad Fadil Imran, dan Sekjen DPN Peradi Hermansyah Dulaimi, di depan prasasti peresmian PERADI Tower, hari ini

Jakarta, innews.co.id – Hanya butuh waktu 19 tahun, dari awal terbentuknya tidak memiliki dana sepersen pun, kini Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) pimpinan Prof Otto Hasibuan telah memiliki gedung nan megah, PERADI Tower, di daerah Jakarta Timur, senilai lebih dari Rp 100 milyar.

Beranggotakan hampir 70 ribu advokat se-Indonesia, selain PERADI Tower, organisasi advokat (OA) yang dibentuk sebagai amanat dari UU No. 18 Tahun 2003 tentang Advokat ini, sebelumnya telah memiliki beberapa lantai di Grand Slipi Tower, Jakarta Barat.

“Ini seperti mimpi saja. Ada rasa haru dan kebanggaan yang tak bisa diucapkan dengan kata-kata,” kata Prof Otto Hasibuan Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Peradi, saat meresmikan Peradi Tower, berlantai 7 tersebut, Rabu (17/1/2023).

Prof Otto Hasibuan Ketua DPN PERADI menandatangani prasasti PERADI Tower, di daerah by pass, Jakarta Timur

Tampak hadir dalam peresmian akbar tersebut, Ketua Mahkamah Agung (MA) Prof Syarifuddin, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pomolango, Wakil Ketua MPR Asrul Sani, Kabaharkam Polri Komjen Mohammad Fadil Imran, sejumlah petinggi dari berbagai lembaga negara, serta ratusan advokat perwakilan dari Sabang sampai Merauke.

Gedung ini, kata Prof Otto, merupakan simbol kebersamaan, dari dan untuk advokat. “Akan ada banyak kegiatan di gedung ini. Pun bisa digunakan bila ada rekan-rekan advokat dari daerah yang mau mampir atau menginap di sini,” seru Prof Otto.

Rivai Kusumanegara, Ketua Panitia Pembangunan, tengah menyampaikan laporannya

Keberhasilan PERADI memiliki tower sendiri merupakan bukti kesolidan, pengabdian, dan kerja sama yang sangat baik selama ini. “Saya mengucapkan terima kasih untuk kebersamaan dan keguyuban kita selama ini. Dan, tower ini menjadi bukti nyatanya,” ungkap Prof Otto bangga.

Dia mengatakan, hanya dengan iuran anggota Rp 750 ribu per orang untuk 3 tahun. Atau hanya Rp 20 ribu lebih per bulannya, Peradi bisa memiliki gedung sendiri yang menjulang. Tak hanya gedung, tapi juga desain interiornya sangat mewah. Ruang-ruangan di dalam gedung tersebut tertata rapih dengan model desain yang jempolan.

Desain menarik

Dalam laporannya, Rivai Kusumanegara Ketua Pembangunan PERADI Tower mengatakan, sejumlah ruangan di gedung ini didesain secara khusus, seperti ruang sidang etik yang memakai sistem peradilan Anglo Section. Juga ada ruang podcast dan tempat-tempat rapat serta pelayanan ke anggota dengan interior yang menarik.

Ketua MA Prof Syarifuddin memberikan sambutan pada peresmian PERADI Tower, hari ini

Sementara itu, Wakil Ketua MPR RI Asrul Sani mengapresiasi kehadiran PERADI Tower ini. “Ini bukti keseriusan Peradi dibawah pimpinan Prof Otto Hasibuan untuk memberikan yang terbaik kepada anggotanya. Dengan begitu, maka anggota akan merasa ada manfaat dalam berorganisasi,” ujarnya.

Hal senada dikatakan Ketua MA, Syarifuddin, “Sebagai sesama penegak hukum, kami bangga Peradi bisa memiliki tower yang begitu megah. Kami berharap kemitraan dengan Peradi akan lebih baik lagi kedepannya”. Sementara Ketua KPK Nawawi Pomolango mengapresiasi keberadaan PERADI Tower ini. “Keren towernya. Kiranya para advokat tambah semangat lagi dalam memberikan pelayanan yang profesional kepada masyarakat luas,” serunya.

Prof Otto Hasibuan bersama Ketua MA dan petinggi lembaga negata lainnya saat peresmian Peradi Tower di Jakarta, Kamis (17/1/2024)

Pada bagian lain, Kabaharkam Polri Komjen Fadil Imran mengaku bangga dengan telah diresmikannya PERADI Tower ini. “Ini mendorong kami makin bersemangat menjalin kemitraan dengan rekan-rekan di Peradi,” ucapnya.

Fadil juga mengapresiasi kepemimpinan Prof Otto Hasibuan, yang menurutnya telah membuat sebuah legacy besar bagi para advokat di kemudian hari. “Prof Otto adalah rekan, sahabat diskusi, sekaligus guru yang menyenangkan bagi saya. Karenanya, kalau Peradi sampai ke titik ini, itu pasti juga karena tangan dingin Prof Otto Hasibuan,” tukasnya yakin.

Acara diisi dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti oleh Prof Otto Hasibuan. Ratusan advokat tampak memadati halaman PERADI Tower yang dibungkus dengan tenda. Meski cuaca hujan, namun acara peresmian bisa berjalan lancar.

Pengurus dan anggota PERADI di halaman Peradi Tower

“Seluruh kegiatan keseharian Peradi akan dipusatkan di PERADI Tower, sementara di Grand Slipi Tower akan dipakai sebagai tempat pelatihan bagi para advokat,” cetus Prof Otto.

Dia mengajak seluruh advokat untuk bersama-sama menjaga dan merawat gedung ini. “Gedung ini hasil perjuangan kita semua. Mari sama-sama kita jaga dan rawat sehingga bisa terus diwariskan ke generasi-generasi selanjutnya,” pungkas Prof Otto Hasibuan. (RN)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan