Jakarta, innews.co.id – Gerak cepat (gercep) menjadi tagline kepengurusan Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) Provinsi DKI Jakarta periode 2026-2030, yang dinakhodai oleh Afsdyah Eky Vitalina, S.P., M.Si.
Mengusung visi “Gerak Cepat Memajukan Anggota yang Berkelanjutan”, wanita cantik yang akrab disapa Eky ini sadar betul akan tantangan berat yang dihadapi lebih dari 600 anggota Inkindo DKI Jakarta ditengah situasi ekonomi yang fluktuatif kini.
Bahkan dirinya mendorong agar para anggotanya tidak pasif, melainkan mau jemput bola dan proaktif dalam menciptakan ruang-ruang yang bisa dimanfaatkan secara maksimal demi keberlanjutan usaha. Di sisi lain, kepatuhan terhadap kode etik dan regulasi juga harus tetap menjadi perhatian.
Dirinya memahami di Jakarta, ada perusahaan konsultan skala besar, menengah, dan kecil. Sedikit lebih kompleks dibanding daerah-daerah lain.

“Anggota Inkindo adalah badan usaha konsultan. Kami bergerak di bidang jasa konsultan, baik untuk proyek konstruksi maupun non-konstruksi. Sebagai mitra pemerintah, kami meng-handle proyek-proyek pemerintah, BUMN, swasta baik di dalam maupun luar negeri,” kata Ketua Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Inkindo DKI Jakarta, di Sekretariat Inkindo DKI Jakarta, di bilangan Duren Tiga, Jum’at (16/10/2026).
Pasca dilantik, Eky langsung gercep dengan melakukan kerja sama, baik dengan perguruan tinggi maupun asosiasi yang memiliki keterkaitan lingkungan kerja dengan profesi konsultan. Selain itu, diadakan Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) yang membahas program-program kerja, anggaran belanja organisasi, dan isu-isu strategis sebagai bahan untuk Musyawarah Nasional (Munas) Inkindo, yang rencananya pada Desember 2026 ini.
“Secara umum, program kerja DPP Inkindo DKI Jakarta dikelompokan pada fungsi melayani, membina dan melindungi anggota,” terang wanita pertama yang memimpin Inkindo DKI Jakarta ini.
Program kerja yang dibuat, lanjutnya, merupakan aspirasi dari para anggota melalui questioner yang dibagikan. “Kami tidak ingin menyusun program yang tidak inline dengan kebutuhan dan harapan anggota. Saya terapkan model bottom up, tidak melulu top down,” cetusnya.
Tsunami regulasi
Salah satu yang banyak dikeluhkan oleh anggota terkait regulasi yang begitu banyak. Bahkan kerap disebut tsunami regulasi, yang faktanya kurang berpihak pada pengusaha. Namun, regulasi merupakan mandatory yang harus dijalankan.

“Banyaknya regulasi dengan persyaratan yang bermacam membuat anggota kewalahan untuk memenuhinya. Biasanya kami mengundang pihak-pihak yang terkait dengan regulasi untuk duduk bersama membicarakan hal tersebut,” imbuhnya.
Diakuinya, dalam membuat regulasi, Inkindo jarang dilibatkan. Padahal, dampaknya begitu terasa dalam operasional perusahaan.
“Kedepan, harusnya Inkindo dilibatkan dalam membuat draft regulasi sehingga kami bisa memberi masukan agar tidak tumpang tindih sehingga menyulitkan pelaku usaha konsultan,” serunya.
Digitalisasi
Hal lain yang menjadi concern adalah digitalisasi, baik administrasi, database anggota maupun publikasi agar semakin banyak masyarakat mengetahui kegiatan Inkindo DKI.

“Kami ingin membuat profilling dan database anggota sehingga nantinya mereka bisa saling berkomunikasi sesuai kebutuhan masing-masing,” tuturnya.
Selama ini, Inkindo DKI selalu menjadi role model bagi cabang-cabang Inkindo di daerah-daerah lain. Karenanya, Eky mendorong agar terjadi pembaruan dengan mengadopsi teknologi terkini.
Potensi besar
Sejatinya, lingkup kerja jasa konsultan tidak hanya di bidang konstruksi, tapi juga sektor-sektor usaha lainnya. Kepiawaian para konsultan dapat mendorong terciptanya sustainable business karena dilakukan dari hulu ke hilir.
Eky juga mendorong para anggotanya untuk bisa melihat peluang pasar yang terbuka. Di sisi lain, tetap memperlengkapi pekerjanya dengan berbagai sertifikasi untuk mendukung keahliannya.

“Idealnya, para konsultan memberi gagasan, baik kepada pemerintah maupun swasta yang selanjutnya bisa dituangkan menjadi proyek-proyek. Namun, melihat kondisi saat ini, di mana terjadi pergeseran fokus pemerintah, maka dibutuhkan adaptasi dari para konsultan,” tambahnya.
Dirinya juga mendorong para konsultan untuk memperluas jaringan kerja sama sehingga memungkinkan masuk ke sektor-sektor yang mungkin selama ini belum dimasuki.
Eky mengapresiasi keaktifan dan kontribusi rekan-rekan pengurus terhadap perkembangan organisasi sehingga lebih bermanfaat bagi seluruh anggota.
Apresiasi juga diberikan kepada kru di kantor Eky yang telah mensupport dan membuat dirinya sampai di titik ini. (RN)














































