Jakarta, innews.co.id – Ide-ide cemerlangnya tak redup meski sekian lama tak berada di dunia politik. Dirinya tetap konsisten untuk melihat peluang-peluang yang bisa dimanfaatkan, tidak saja di Jakarta, tapi juga untuk kampung halaman.
Sosok Drs. Sahrianta Tarigan, MA., dikenal sebagai politisi handal. Selama 10 tahun, dia pernah menjadi anggota DPRD DKI Jakarta. Ia dikenal gigih memperjuangkan sesuatu bagi kemaslahatan masyarakat. Berbagai program unggulan ia gulirkan untuk memastikan keadilan dan kesamarataan dimiliki oleh setiap warga masyarakat. Tak heran, dirinya begitu dicintai konstituennya. Meski suaranya harus tergerus di pesta demokrasi, namun legacy yang ia tinggal begitu membekas.
“Meski APBD Jakarta tertinggi di Indonesia, tapi masih terbilang kecil di lingkup Asia. Tokyo contohnya, yang memiliki APBD lebih dari Rp 300 triliun,” kata Sahrianta, di Jakarta, Sabtu (10/10/2026).
Dengan APBD Rp 81 triliun lebih, banyak hal bisa dibangun di Jakarta. Tidak hanya itu, dikenal ada fasilitas bantuan dana hibah untuk daerah-daerah. “Ketika menjadi anggota dewan, saya bersama Maringan Pangaribuan pernah memperjuangkan dana hibah untuk Kabupaten Samosir. Saat ini, dibelikan bibit-bibit tanaman pertanian yang dibagikan kepada petani di sana. Juga dibangun sekolah yang cukup bagus di Aceh,” terangnya.
Diperlukan kejelian, baik dari tokoh maupun para aktifis untuk melihat peluang tersebut. “Tentu saja, Kabupaten Karo pun bisa mendapat dana hibah tersebut. Setahun ditaksir dana hibah di Jakarta mencapai 15-20 triliun rupiah,” ungkap Wakil Ketua Umum Partai Setara Indonesia (PASTI) ini.
Biasanya dana hibah diberikan ke yayasan-yayasan atau lembaga. “Ketika di DPRD DKI Jakarta, dalam usulan RAPBD, saya pernah masukkan bahwa peruntukan dana tersebut bisa untuk guru-guru Sekolah Minggu di Jakarta sebesar Rp 500 ribu perbulan,” tambah Pengurus Kerukunan Keluarga Sumatera Utara (KKSU) ini.
Menurutnya, hal tersebut bisa dilakukan bila ada di dalam. Kalau diluar, tidak bisa berbuat apa-apa.
Tanam bunga mas
Pria yang dikenal low profile ini mengatakan, Tana Karo cocok ditanami kemiri untuk kebutuhan bahan bakar biodiesel. Selain itu, cocok juga ditanam bunga mas yang perawatannya hanya 3-4 bulan sudah nampak hasilnya. Saat panen, kabar ya sudah ada yang siap membeli dengan harga Rp 1,5 juta perkilo.
“Pemerintah Karo harus jeli melihat program ini. Tinggal koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk merealisaskannya,” tukasnya.
Ditambahkannya, Sahrianta merupakan salah satu inisiator yang mendorong lahirnya Puskesmas plus, di mana terdapat ruang rawat inap dalam rangka mengantisipasi terjadi lonjakan pasien akibat demam berdarah atau penyakit-penyakit lainnya. Tak kalah penting, sambungnya, membangun kualitas sumber daya manusia lewat olahraga.
Kini, Sahrianta banyak aktif di Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta. Juga menjadi Ketua Pendonor Darah yang telah minimal 75 kali mendonorkan darahnya.
Kini, Sahrianta mulai ikut partai politik, melalui PASTI pimpinan Dr. Ruyandi “Kalau Tuhan mengizinkan, partai ini bisa menghasilkan banyak perwakilan, baik di pusat maupun daerah-daerah,” serunya.
Tak hanya itu, dirinya dikenal aktif dalam kegiatan paduan suara di GBKP Cempaka Putih. “Kita harus menciptakan keseimbangan antara jasmani dan rohani,” tutur pendiri Partai Damai Sejahtera (PDS) yang ketika itu begitu fenomenal.
Dirinya dikenal karib dengan konstituennya. Ia tidak segan-segan bertegur sapa dan menyatakan empati kepada para konstituennya. “Mereka semua adalah sahabat dan saudara kita. Kita harus sayangi dan hargai serta membina hubungan baik dengan mereka,” pungkasnya. (RN)













































