Musa Bangun: Prabowo-Gibran Pilihan Terbaik Untuk Indonesia Lebih Maju

Mayjen TNI (Purn) Musa Bangun, Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra

Jakarta, innews.co.id – Tampilnya Gibran Rakabuming Raka sebagai Calon Wakil Presiden, pasangan Prabowo Subianto menjadi bukti bahwa secara Konstitusi, siapa pun bisa mencalonkan diri dan dicalonkan sebagai pemimpin negara.

“Negara kita menganut sistem demokrasi secara langsung. Demikian juga Konstitusi kita mengamanatkan, siapapun bisa mencalonkan diri sebagai Presiden-Wakil Presiden, dengan syarat-syarat tertentu. Dan harus diusung oleh partai politik yang ada di parlemen dengan persyaratan parlimentary trashold 20%. Bila parpol tidak memenuhi ketentuan tersebut, maka bisa berkoalisi. Kita ketahui bersama bahwa Prabowo-Gibran memenuhi persyaratan itu,” kata Mayjen TNI (Purn) Musa Bangun, Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra kepada innews, di Jakarta, Senin (30/10/2023).

Sejauh ini ada 3 pasang calon (paslon) yang sudah mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) yakni, Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar, Ganjar Pranowo – Mahfud MD, dan terakhir Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka. Bahkan, ketiga paslon ini sudah melakukan pengecekan kesehatan dan tinggal menunggu penetapan KPU sebagai Capres-Cawapres yang akan ‘bertarung’ pada Pilpres 2024 nanti.

Prabowo Subianto saat memenuhi undangan Presiden Jokowi makan siang bersama di Istana Negara, hari ini

“Secara Konstitusi, ketiga paslon inilah yang akan bersaing pada Pilpres, 14 Februari 2024 nanti,” imbuh Musa Bangun yang juga Ketua Dewan Pembina Pejuang Milenial Prabowo (PMP) ini.

Soal Prabowo berpasangan dengan Gibran, bagi Musa, adalah suatu keniscayaan. Itu merupakan buah dari sistem pemilu di negara kita yang memberi hak kepada siapapun untuk mencalonkan diri sebagai Presiden-Wapres.

“Kalau soal Gibran anak Presiden Jokowi itu ya! Tapi itu hanya suatu kebetulan saja karena memang penting mengambil anak muda sebagai bentuk regenerasi pemimpin di bangsa ini. Prabowo adalah sosok yang terbuka terhadap generasi muda. Beliau tidak kaku dan mampu bergaul dengan segala usia. Kematangannya berpikir tentu sangat dibutuhkan bagi para generasi muda. Pak Prabowo telah membuktikan hal tersebut. Karenanya, tandem dengan Gibran merupakan pilihan yang tepat,” kata Musa lagi.

Menurutnya, kalau sebagian orang berpikir itu anak Presiden dan sebagainya, silahkan saja. “Tapi kita kan bisa melihat dan semua sekarang transparan. Saya yakin, Presiden Jokowi sebagai Kepala Negara akan tetap netral. Sebab, dirinya tentu mau di akhir periode kepemimpinannya, Pemilu bisa berjalan dengan baik dan lancar,” tukasnya.

Hari ini, secara khusus Presiden Jokowi mengundang makan siang 3 bakal Capres di Istana Negara. Mereka tampak akrab dan bersahabat serta penuh dengan senda gurau. “Walaupun suhu politik akan meningkat, sebagai Kepala Negara tentu Pak Jokowi ingin semua berjalan teduh dan aman. Beliau tentu berharap ketiga Capres bisa tetap mengedepankan persatuan dan kesatuan bangsa. Begitu juga pada pendukung masing-masing paslon,” tukasnya.

Hal tersebut sebenarnya sudah ditunjukkan Prabowo yang menerima pinangan Jokowi menjadi menterinya usai Pilpres 2019 lalu. “Jiwa besar Pak Prabowo sekaligus menunjukkan sikap kenegarawanan yang tinggi dari beliau. Bukan perkara mudah menerima tawaran itu. Tapi demi bangsa dan negara, Pak Prabowo rela,” tukas Ketua Umum Persatuan Purnawirawan Indonesia Raya (PPIR) ini.

Bagi Musa, Prabowo mau menunjukkan bahwa Indonesia bisa jadi negara maju bila dalam setiap fase kepemimpinan, mampu membangun persatuan dan persamaan untuk mengajak semua komponen bangsa agar bersama mengejar ketertinggalan yang ada sehingga bisa bersaing dengan negara-negara maju lainnya.

Musa melihat parpol-parpol Koalisi Indonesia Maju (KIM) memiliki semangat yang sama untuk memenangkan paslon Prabowo-Gibran. “Parpol merupakan infrastruktur politik di Indonesia yang mengakar sampai ke strata terbawah. Harapan kami, koalisi ini menjadi kekuatan utama, selain komponen-komponen masyarakat yang lain, termasuk para relawan. Mereka semua juga adalah corong perjuangan untuk memenangkan Prabowo-Gibran. Parpol harus juga menggandeng kekuatan-kekuatan masyarakat yang lain untuk mensosialisasikan calon yang kita dukung,” pintanya.

Musa memastikan dirinya dan segenap komponen pendukung akan berjuang maksimal memenangkan Prabowo-Gibran sehingga bisa memimpin negeri ini. “(Mungkin) ini kesempatan terakhir bagi Pak Prabowo tampil memimpin negara ini. Bila berhasil, segala gagasan dan ide-ide beliau akan dicurahkan untuk membawa Indonesia menjadi negara maju dan sejahtera,” pungkasnya. (RN)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan