Jakarta, innews.co.id – Sekretaris Utama (Sestama) Badan Intelijen Negara (BIN) Letjen TNI Rafael Granada Baay, digadang-gadang berpeluang menggantikan Jenderal TNI Maruli Simanjuntak sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).
Selain Rafael, satu nama lainnya yang dianggap pantas untuk jabatan tersebut adalah Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Richard Taruli Haroja Tampubolon.
Rafael Granada Baay merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) 1993 dari kecabangan Infanteri Kopassus. la memiliki rekam jejak panjang di satuan elite. Rafael pernah menjabat sebagai Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) pada 2023 di era Presiden Joko Widodo. Selanjutnya, ia dipercaya sebagai Pangdam Jaya pada 2024-2025, sebelum ditunjuk menjadi Sestama BIN.
Sementara itu, Richard Tampubolon dikenal pernah memimpin gabungan tiga pasukan elite TNI, yakni Kopassus, Denjaka, dan Kopasgat, saat menjabat sebagai Komandan Komando Operasi Khusus (Dankoopssus) TNI periode 2020-2021. Selain itu, Richard juga pernah menjabat sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III sebelum akhirnya dipercaya sebagai Kasum TNI.
Sejumlah pengamat menjagokan Rafael untuk menduduki posisi tersebut.
“Baik Rafael maupun Richard pernah menduduki jabatan Pangdam dan memiliki pengetahuan serta pemahaman geopolitik yang mumpuni,” kata pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Kertopati, Senin (9/2/2026).
Pergantian KSAD merupakan kewenangan Presiden selaku Panglima Tertinggi TNI. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi terkait waktu maupun nama yang akan ditetapkan menggantikan Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.
Namun, dinamika dan spekulasi terkait suksesi di tubuh TNI AD diperkirakan akan terus berkembang seiring mendekatnya waktu pergantian jabatan tersebut. (RN)












































